Petugas Sensus Ekonomi 2026 Keluhkan Honor, BPS Semarang Buka Suara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Petugas kesehatan memeriksa spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 di laboratorium kesehatan./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengetahun umum saat ini adalah virus Corona menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi. Penelitian anyar menunjukkan bahwa makanan juga dapat membuat orang berisiko tertular virus Corona, tetapi masih perlu kajian lebih jauh.
Menurut penelitian dari Washington University School of Medicine di St. Loius yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterolog, orang dengan kondisi medis Esofagus Barret kemungkinan lebih rentan terinfeksi Covid-19 melalui makanan, melansir Best Life, Senin (25/1/2021),
Esofagus Barret adalah kondisi medis yang disebabkan oleh kerusakan asam refluks yang menyebabkan kerongkongan menebal.
Setelah memeriksa 30 pasien dengan kondisi Esofagus Barrett, penulis studi mengemukakan bahwa perubahan fisiologis yang disebabkan oleh kondisi tersebut, sel-sel di dalam kerongkongan mulai mengambil sifat-sifat sel saluran pencernaan tempat Covid-19 akan mengikat.
Ketika ini terjadi, sel-sel di dalam kerongkongan menjadi lebih rentan terhadap infeksi Covid-19.
Selain itu, penghambat pompa proton menetralisir asam lambung yang mungkin bisa membunuh virus di dalam saluran pencernaan seseorang. Hal ini berarti bahwa makanan yang terkontaminasi partikel Covid-19 berpotensi dapat menginfeksi individu yang memiliki Esofagus Barrett.
BACA JUGA: PTKM Diperpanjang, Sejumlah Aturan Pembatasan di Sleman Dimodifikasi! Ini Ketentuannya
"Anda dapat membayangkan bahwa jika seseorang sudah memiliki tingkat virus yang rendah di saluran pernafasannya, orang tersebut dapat menelan beberapa sekresi pernafasan, dan virus dapat menginfeksi sel di kerongkongan untuk membuatnya lebih sakit," kata salah satu penulis utama Ramon U Jin.
Akan tetapi, hanya karena Anda memiliki Esofagus Barrett, bukan berarti terinfeksi Covid-19 adalah hal mutlak. Penulis studi tersebut mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan apakah menelan menimbulkan risiko besar bagi sebagian besar populasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.