Longsor di Kupang, Pasutri Meninggal Dunia

Ilustrasi tanah longsor - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
25 Januari 2021 11:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, NTT - Sepasang pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia karena menjadi korban tanah longsor di Kota Kupang, Senin (25/1/2021) dini hari.

"Longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WITA tadi di sekitar bantaran kali Liliba di RT16/RW04 Kelurahan Tuak Daun Merah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Maxi Didok ketika dikonfirmasi di Kupang, Senin.

Ia menyebutkan peristiwa tanah longsor itu menewaskan dua orang yang merupakan sepasang suami-isteri berinisial PT dan M.

Korban longsor yang meninggal sudah dievakuasi dan saat ini berada Rumah Sakit Leona Kota Kupang, katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bantul Kini Menyentuh Angka 5.443 Kasus

Maxi yang ketika dihubungi sedang berada di lokasi kejadian menjelaskan peristiwa longsor terjadi di tempat yang cukup terjal dan sangat membahayakan.

Saat terjadi longsor, lanjut dia, sebuah batu berukuran besar yang berada di area lebih tinggi terlepas dan menghantam rumah warga korban meninggal yang berada di bawah.

Maxi mengatakan, rumah-rumah warga di sekitar lokasi longsor seperti hanya bergantungan di atas tebing sehingga ketika terjadi peresapan air dari limbah maupun air hujan dengan intensitas cukup tinggi menimbulkan terjadinya longsor.

Baca juga: 63 Ekor Ternak Milik Pengungsi Glagaharjo Sudah Dipulangkan

"Karena itu kami sudah di lokasi untuk melakukan penanggulangan dan rencana kalau bisa hari ini relokasi masyarakat dulu karena kondisi curah hujan cukup tinggi sehingga sangat membahayakan," katanya.

Sumber : Antara