Tekanan Darah Tak Normal, 11% Nakes Tidak Disuntik Vaksin Covid-19

Sejumlah calon penerima vaksin dicek kesiapannya sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). - Antara
23 Januari 2021 19:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ikatan Perawat Indonesia mengingatkan masyarakat untuk memastikan tekanan darah dalam kondisi normal  sebelum menerima vaksin Covid-19.

"Kalau pengalaman kita pada saat vaksinasi tahap pertama, banyak tenaga kesehatan yang gagal, karena tekanan darahnya di atas normal. Itu bias karena ketakutan atau kecemasan dan lain sebagainya," kata Ketua Ikatan Perawat Indonesia, Harif Fadhillah, di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Harif, program vaksinasi Covid-19 terhadap 11 persen tenaga kesehatan di Indonesia terpaksa ditunda, karena persoalan tekanan darah.

"Petugas kesehatan banyak yang ditunda proses vaksinasi, karena tekanan darahnya malah naik di atas normal. Itu yang saya tahu berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan," katanya.

Harif berpesan kepada masyarakat untuk melakukan persiapan secara psikologis bahwa proses vaksin berguna untuk melindungi diri dari ancaman Covid-19, sehingga bisa terhindar dari rasa takut maupun kecemasan saat menerima vaksin.

Harif mengatakan, vaksin yang disediakan oleh pemerintah telah teruji secara ilmiah bahwa aman, halal dan suci.

"Efikasinya (tingkat kemanjuran vaksin) 63 persen. Artinya, kita harus lihat bahwa lebih dari 50 persen orang yang divaksin telah memiliki perlindungan diri yang baik," katanya.

Dikatakan Harif, waktu tidur yang cukup menjadi faktor penunjang tekanan darah. Sebab waktu istirahat yang cukup dapat membuat tubuh lebih bugar.

"Tidur cukup sebelum divaksin agar saat bangun, tubuh bugar untuk menghindari kecemasan, serta tanda-tanda gejala tensi rendah, tensi tinggi, detak jantung lebih dari normal akan tereliminasi," tambahnya.

Terkait asupan nutrisi, kata Harif, bisa dijaga sesuai rutinitas sehari-hari serta tidak perlu berlebihan.

Alasannya, vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke tubuh masyarakat tidak punya efek samping secara khusus.

"Saya kira karena vaksin ini tidak punya efek samping khusus, nutrisi bisa seperti biasa saja. Nutrisi kita jaga untuk jaga kondisi tubuh apakah itu saat mau divaksin atau tidak. Tidak ada yang asupan nutrisi spesifik untuk vaksin," katanya.

 

Sumber : Bisnis Indonesia