Menristek: Industri Vaksin di Indonesia Punya Prospek Cerah

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyerahkan hibah 1 unit Mobile Bio Safety Laboratorium 2 (Mobile BSL-2) kepada Pemerintah Kota Bogor, Senin (11/1/2021). - BPPT
23 Januari 2021 09:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan bahwa industri vaksin di Indonesia disebut memiliki prospek yang cerah. Untuk itu, menurutnya industri vaksin di Indonesia seharusnya tumbuh kuat dan mandiri untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam vaksin di masa depan.

"Tantangan yang harus kita hadapi di sisi lain juga peluang. Artinya bahwa sebenarnya industri vaksin di Indonesia harusnya tumbuh kuat, mandiri  dan prospektif dari sudut pandang ekonomi dan bisnis," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/1/2021).

Industri vaksin Tanah Air, menurutnya, dapat memiliki masa depan prospektif karena Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta orang. Jumlah penduduk tersebut, lanjutnya, merupakan pasar yang potensial untuk penjualan vaksin.

"Pengembangan vaksin ini tidak akan pernah berhenti dan untuk memenuhi kebutuhan 270 juta penduduk, apalagi kalau kita arahnya 'preventive medicine', mau tidak mau industri vaksinnya harus kuat, jadi tidak hanya sisi penelitian tapi juga sisi industrinya," katanya.

Vaksin yang dibutuhkan, kata dia, juga bukan hanya vaksin untuk Covid-19 tapi juga vaksin untuk penyakit lain.

"Di luar kebutuhan untuk pandemi kita juga butuh untuk keperluan misalkan kesehatan masyarakat dari sejak anak-anak mendapatkan imunisasi yang sesuai dan imunisasinya sekarang juga kan semakin beragam," kata Bambang.

Oleh karena itu, Menristek mengatakan pihaknya telah mengajak industri swasta selain BUMN untuk melakukan penelitian dan pengembangan vaksin untuk mewujudkan kemandirian Indonesia terhadap vaksin.

Sumber : Antara