Kemenhub: Kapasitas Jalan Terbatas, Kereta Api Jawabannya

Penumpang antre untuk memasuki area peron di memasuki Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (25/12/2020). PT Kereta Api Indonesia telah menjual 428.000 tiket KA untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 keberangkatan 18 Desember 2020 - 6 Januari 2021. - ANTARA
22 Januari 2021 12:27 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan infrastruktur di sektor transportasi harus mampu menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi dan mempermudah akses ke kawasan wisata. 

Hal itu disampaikannya mengingat nawacita Presiden Joko Widodo yang sangat fokus dalam pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, salah satunya di sektor transportasi.

“Saat ini kapasitas layanan jalan semakin terbatas, namun keterbatasan ini dapat dijawab oleh moda transportasi kereta api,” tutur Menhub, dalam siaran pers yang dikutip, Jumat (22/1/2021).

Untuk itu, Budi mengatakan Kemenhub terus mengembangkan perkeretaapian di seluruh Indonesia, antara lain Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kereta Express Jakarta – Semarang – Surabaya, KA Makassar – Parepare, dan Pengembangan angkutan massal di Medan.

Kemudian ada KA Regional Kalimantan dalam rangka mendukung Ibu Kota Negara, Pengembangan Angkutan Massal Perkotaan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar, serta pengadaan sarana KA dan pemeliharaan prasarana.

Dia menambahkan kerjasama antar penyedia jasa dalam menyuguhkan layanan terbaik dengan harga yang kompetitif menjadi faktor kunci. Pemerintah akan menyiapkan ekosistem yang kondusif bagi para inovator termasuk insentif dan dukungan yang memadai untuk mempercepat inovasi dalam bidang transportasi umumnya, khususnya perkeretaapian.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Makjen Sinaga mengatakan untuk dapat mengembangkan perkeretaapian nasional dibutuhkan beberapa strategi dan kebijakan pembangunan.

Strategi yang dimaksud adalah mengembangkan jaringan pelayanan, meningkatkan keamanan dan keselamatan, alih teknologi dan pengembangan industri, pengembangan SDM perkeretaapian, pengembangan kelembagaan, serta investasi dan pendanaan.

Saat ini, kata dia, perkembangan perkeretaapian di dunia sangat pesat sehingga berpengaruh terhadap perkembangan teknologi perkeretaapian di Indonesia. Sinaga menyebut banyaknya transfer teknologi perkeretaapian dari luar negeri untuk perkeretaapian Indonesia harus diimbangi dengan transfer ilmu pengetahuan ke sumber daya manusia yang ada.

“Perkembangan tersebut tentunya harus didukung oleh SDM yang handal dan memiliki kompetensi nasional dan internasional,” ujarnya.

Sumber : Bisnis.com