Lesigor Asal Bantul Laris Manis

Mulat Jatiningrum, istri Nanang Irawan saat mengemas lele siap goreng (Lesigor) di rumahnya di Dusun Paker, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, beberapa waktu lalu.
22 Januari 2021 05:27 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Berawal dari coba-coba, Nanang Irawan bersama istrinya Mulat Jatiningrum sukses menggeluti usaha Lele Siap Goreng (Lesigor) atau ikan lele berbumbu beku. Bahkan Lesigor ala Nanang ini tidak hanya dijual di DIY namun sudah sampai luar kota dengan omzet jutaan rupiah.

“Produk kami sudah masuk beberapa minimarket dan supermarket di DIY. Ada juga pesanan dari Surabaya, Bandung, dan Jakarta,” kata Nanang, Kamis (21/1/2021). Nanang mengatakan pemasaran produknya semakin melebar setelah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), dan Izin Usaha Industri (IUI).

Tidak hanya itu Nanang juga mengaku mendapat bantuan dan pendampingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Bantul. Usaha Nanang ini berawal dari kesibukan dia bersama istrinya yang bekerja di perusahaan swasta di Sidoarjo, Jawa Timur, bahkan terkadang haru bertugas di luar kota.

Baca juga: Bupati Sleman Positif Corona Setelah Divaksin, Ini Kata Epidemiolog

Sambil bekerja, dia bersama istrinya mulai berpikir untuk membuat usaha sendiri. Usaha lele siap goreng tersebut merupakan ide istrinya Mulat Jatiningrum yang awalnya untuk konsumsi sendiri di rumah yang ekonomis dan praktis siap olah, “Kebetulan istri senang coba-coba bikin olahan makanan,” kata Nanang.

Awalnya dia membersihkan lele kemudian membumbuinya dan diletakan di lemari pendingin agar tahan lama. Dia mencoba menawarkan lesigor tersebut pada tetangga dan kerabatnya dan mendapat sambutan yang positif, “Pertengahan 2017 kami memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kami dan menggeluti usaha Lesigor di tempat asal kami di Bantul,” ucap Nanang.

Usahanya tersebut juga mendapat sambutan dari pemerintah dalam menggerakkan produk dan pemasaran hasil budidaya perikanan. Sambil menjalankan usaha, Nanang juga mengikuti berbagai pelatihan pengolahan dan pemasaran produk hingga akhirnya mendapat izin edar.

Menurut Nanang tidak sulit untuk menjalankan usaha Lesigor karena bahan baku lele sangat banyak di tingkat petani. Setelah membeli lele hidup kemudian dia bersihkan dan diberi bumbu seperti bawang putih, garam, kunyit, ketumbar, dan penyedap rasa. Lele yang sudah dibersihkan kemudian ditiriskan lalu dicampur dengan bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian dikemas, lalu disimpan dalam freezer agar kuat sampai beberapa bulan.

Dia mengemas lele yang sudah diberi bumbu dengan ukuran 300 gram isi 3-4 lele dengan harga Rp10.000. Sampai minimarket atau supermarket harga kisaran Rp12.000-13.000. dalam sehari Nanang mampu memproduksi Lesigor sampai 30 kilogram lele yang diambil langsung dari petani. Tidak hanya dijual dalam bentuk beku, namun ada juga pemesanan dalam bentuk curah terutama ketika masuk bulan puasa yang langsung melakukan pemesanan ke rumah produksinya di Dusun Paker, Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul.

Kepercayaan

Kini Nanang juga mendapat kepercayaan dari Dinas Sosial sebagai salah satu produk yang dianjurkan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui e-warung di tiap desa., “Omzet BPNT dalam sebulan sekitar Rp5-6 jutaan,” kata Nanang.

Lebih lanjut Nanang mengatakan sepengetahuannya belum ada usaha Lesigor di DIY selain dirinya padahal usaha tersebut sangat mudah dilaksanakan karena bahan baku melimpah dan konsumennya juga cukup tinggi. Terlebih banyak masyarakat yang menginginkan konsumsi lele namun tidak berani membersihkannya.

Setelah usahanya maju, produk Lesigor Nanang menapat bantuan freezer dengan kapasitas 300 liter dari DPPKP. Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan DPPKP Bantul, Istriyani mengatakan Lesigor atau ikan lele berbumbu beku yang dijalankan Nanang merupakan salah satu binaannya.

Pihaknya mengapresiasi Nanang yang terus mengembangkan usahanya tersebut hingga mencapai omzet jutaan rupiah dan sudah masuk dalam program BPNT. “Menurut saya itu produk baru yang menjanjikan. Sangat membantu ibu-ibu rumah tangga yang ingin lele segar sudah berbumbu dan siap goreng,” kata dia. Sejauh ini diakuinya belum banyak usaha tersebut dan merupakan salah satu peluang besar.