Jokowi Merasa Pegal setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto
14 Januari 2021 01:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melaksanakan vaksinasi vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021) pagi tadi. Dia mengaku saat penyuntikan tidak merasakan sakit sedikitpun.

Namun setelah dua jam sedikit merasakan pegal. "Enggak, enggak terasa apa-apa. Waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam tadi agak pegal sedikit," kata Presiden, Rabu (13/1/2020).

Jokowi menceritakan juga bahwa vaksin terakhir yang dia terima sudah sangat lama. Sebelum hari ini, vaksinasi terakhir Presiden adalah vaksin meningitis dan flu ketika hendak beribadah haji.

BACA JUGA : Ini Daftar Penerima Vaksin Covid-19 Perdana Selain Jokowi 

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menjadi orang Indonesia pertama yang divaksinasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac setelah mendapat cap halal dari MUI dan izin edar darurat dari BPOM. Pada hari yang sama, setelah Jokowi, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga ikut divaksinasi .

Di antaranya adalah Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Idham Azis, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Selain itu juga ada perwakilan tokoh agama, pedagang, hingga buruh.

Adapun pemerintah telah menetapkan 6 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi di Indonesia. Hal itu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Keputusan ini diteken oleh Menkes Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12/2020) di Jakarta.

BACA JUGA : Pagi Ini Jokowi Disuntik Vaksin Sinovac

Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh perusahaan lokal dan internasional, yaitu Bio Farma, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer. 

Saat ini vaksin yang tersedia di Indonesia yang memiliki izin edar darurat hanya buatan Sinovac. Pada termin pertama tahap awal, sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan, pemerintah pusat telah menyiapkan 1,2 juta dosis vaksin tersebut untuk sejumlah daerah.

Sebanyak 14 provinsi menjadi prioritas dengan mempertimbangkan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatra Barat, Sumatera Utara, Bali, dan Papua.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia