Tower Dibakar KKB, Palapa Ring Timur Andalkan Jaringan VSAT

Pembakaran infrastruktur Palapa Ring Timur di Papua pada Sabtu (9/1/2021). - Antara
12 Januari 2021 04:57 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PT Palapa Timur Telematika akan memanfaatkan layanan konektivitas satelit untuk memberikan jaringan cadangan atas infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring Timur yang dibakar.

Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika Eddy Siahaan mengatakan akibat aksi vandalisme yang terjadi pada Sabtu (9/1/2021), secara teknis, kawasan di sekitar Kota Ilaga saat ini hanya didukung satu sisi jaringan konektivitas saja.

BACA JUGA : KKB Tembak Dua Warga Sipil di Mimika

Awalnya jaringan Palapa Ring Timur terdapat di sisi kiri dan kanan. Dengan hanya tersedia satu jaringan konektivitas maka seandainya terjadi aksi vandalisme kembali, jaringan telekomunikasi berpotensi terputus atau down.

Palapa Timur Telematika saat ini tengah berupaya menghadirkan ketersediaan jaringan cadangan melalui VSAT dengan bandwidth yang mumpuni atau mencukupi di Ilaga.

“Kita butuh waktu untuk ketersediaan oleh provider [very small aperture terminal] VSAT dengan bandwidth yang mumpuni atau mencukupi untuk kota di Ilaga," kata Eddy dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (11/1).

Mengenai pembangunan kembali infrastruktur microwave Palapa Ring, tower B4 dan B5, Eddy mengatakan akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Dia berharap agar ke depan aksi vandalisme tidak terulang kembali. Masyarakat Indonesia khususnya di Papua diharapkan dapat mengerti akan pembangunan yang dibangun oleh pemerintah untuk membantu masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB, Ian Yosef M. Edward mengatakan kecepatan internet yang dihasilkan oleh layanan satelit tak akan sebaik layanan dari microwave.

BACA JUGA : KKB Mengarah ke Mimika, Kapolda: Jangan Pernah Lengah

Kecepatan layanan internet yang diberikan melalui akses satelit sekitar 2 Mbps – 4 Mbps. Dengan kondisi tersebut, aktivitas komunikasi melaui internet masih dapat dilakukan.

Dia mengusulkan agar kejadian serupa tidak terulang sehingga pemerintah perlu melakukan pendekatan dengan warga sekitar.

Bandwidth-nya kecil tetapi masih bisa untuk aplikasi pesan dan kirim email,” kata Ian. 

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia