Area Pencarian Kotak Hitam Sriwijaya Air Dipersempit

Prajurit Kopaska TNI AL berdiri di dekat kantong berisi jenazah dan serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dievakuasi ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021)./Antara - Sigid Kurniawan
11 Januari 2021 21:27 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mempersempit lokasi pencarian kotak hitam Sriwijaya Air (SJ-182). 

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menerangkan saat ini sinyal lokasi kedua kotak hitam atau black box sudah ditemukan dan telah membuat batas triangle untuk mempersempit area pencarian. Hal ini dilakukan supaya tim akan fokus terhadap pencarian black box sebagai alat vital dalam melakukan investigasi lebih lanjut.

BACA JUGA : Kisah Suami Istri Selamat setelah Gagal Naik Sriwijaya Air SJ

“Kemarin sore karena hujan deras memberhentikan pencarian. Tapi tadi malam sekitar jam 8 turun perahu karet untuk membuat batas segitiga untuk mempersempit keberadaan BB [black box],” ujarnya, Senin (11/1/2021).

Dia menambahkan pada esok hari juga akan memberangkatkan Baruna Jaya 4 dengan peralatan tambahan untuk menemukan kotak hitam.

Kepala Basarnas Bagus Puruhito menyampaikan hasil dari pencarian hingga hari ini yaitu telah menemukan 10 kantong jenazah yang berisi potongan badan manusia, kemudian 10 kantong berisi potongan atau bagian kecil dari partikel pesawat, dan 16 potongan yang cukup besar dari bagian pesawat, serta 6 potong pakaian.

BACA JUGA : Korban Pertama Sriwijaya Air yang Terindentifikasi Adalah 

Untuk 18 kantong jenazah dan 6 potong pakaian sudah diserahkan kepada DVI Polri dan sedang diproses untuk identifikasi.  

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Budi Raharjo menyampaikan pihaknya telah menghubungi dan mendatangi 62 keluarga korban penumpang SJ 182.

Ia mengatakan, apabila persyaratan administrasi sudah dipenuhi dan telah keluar hasil resmi dari RS Polri terkait identitas korban, maka santunan akan segera diproses dan diberikan kepada ahli waris korban.  

Secara teknis kronologis jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 dimulai dari take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB. Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

BACA JUGA : Polisi Selidiki 2 Pengguna Identitas Palsu di Sriwijaya Air SJ

Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Alhasil manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

SJ-182 membawa total penumpang Pesawat 50 orang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 Bayi), ditambah 12 orang (6 kru aktif dan 6 ekstra kru).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia