Pengamat: Sistem Kuliah Tatap Muka Tetap Dibutuhkan di Tengah Daring

Mahasiswa IAIN Purwokerto yang tergabung dalam AliansiAhmadYaniMenggugat saat menggelar aksi damai di depan Gedung Rektorat IAIN Purwokerto, Jalan Ahmad Yani, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (29/6/2020), untuk menuntut pengembalian UKT sebesar 30 persen. - Antara/Sumarwoto
10 Januari 2021 07:47 WIB Dewi Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Bogor Moermahadi Soerja Djanegara menyampaikan bahwa sistem perkuliahan tatap muka dinilai harus tetap dilakukan sewaktu-waktu untuk mendukung sistem pembelajaran secara daring yang saat ini dilakukan oleh perguruan tinggi.

Menurutnya sistem perkuliahan secara tatap muka diperlukan agar pihak kampus dapat mengetahui sejauh mana mahasiswa mampu menangkap materi perkuliahan selama kuliah secara daring.

Menurutnya, dengan adanya pandemi saat ini, sistem perkuliahan dan pengajaran harus ada yang akan diubah. Sebab, banyak dijumpai mahasiswa dan dosen yang masih belum siap sehingga ke depan perlu dicari sistem perkuliahan yang efektif.

Baca juga: Pemerintah Jamin Pengobatan Gratis Jika Terjadi KIPI Setelah Vaksinasi Covid-19

“Tatap muka itu harus ada, karena kita ngga tau apakah sebenarnya mahasiswa mengerti atau tidak. Banyak juga jurusan-jurusan dan program studi yang harus ketemu tatap muka, dan harus masuk lab. Di sini kita harus bisa menyesuaikan pembelajaran dengan sistem daring itu,” ujar Moermahadi, dalam keterangan yang diterima Bisnis, Sabtu (9/1/2021).

Sebagai rektor baru IBIK, Moermahadi yang juga Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini akan mendorong para dosen untuk tetap kreatif dan terus melakukan penelitian sebagai syarat meraih gelar guru besar dan lainya.

“Kita mendorong dosen-dosen untuk melakukan penelitian. Itu juga harus kita segerakan karena itu persyaratan untuk mereka menjadi guru besar, atau lab kepala, maka penelitian-penelitian harus dilakukan,” tuturnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 301, Bantul Terbanyak

Di samping itu, Moermahadi juga menilai bahwa sistem perkuliahan secara daring dan pembatasan aktivitas secara online, akan memberi kemudahan bagi setiap kampus dalam melakukan kerjasama, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Dengan adanya pandemi ini dan sistem online ini akan membuat kerjasama dengan kampus luar menjadi lebih mudah,” ujarnya.

 

Sumber : bisnis.com