Gedung Tertinggi di Indonesia Beroperasi pada 2021

Proyek Thamrine Nine dengan gedung tertinggi di Indonesia.
24 Desember 2020 09:57 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Autograph Tower yang akan menjadi tower tertinggi di Indonesia mencapai 382,9 meter dijadwalkan beroperasi enam bulan setelah serah terima pada April 2021 mendatang.

Autograph Tower di Kompleks Thamrin Nine ini telah mencapai tutup atap Oktober 2020. Secara struktur yang dihitung dari lantai dasar dan mengacu pada ketentuan Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), ketinggian Autograph Tower mencapai 382,9 meter.

Namun, jika dihitung dari atas permukaan tanah, gedung yang bakal difungsikan sebagai perkantoran dan hotel ini menjulang 385 meter yang memecahkan rekor tertinggi di Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh Gama Tower dengan tinggi 285 meter.

BACA JUGA : Warganet Pertanyakan Bangunan di Jl. Kaliurang Dekat UGM

Presiden Direktur PT Putragaya Wahana Alvin Gazali mengatakan Autograph Tower juga menjadi gedung terjangkung di selatan ekuator.

"Kami bangga dapat mempersembahkan yang terbaik kepada Jakarta, dan juga Indonesia," ujarnya, Rabu (23/12/2020).

Autograph Tower ini merupakan komplek properti terpadu (mixed used superblock) yang menghadirkan berbagai fungsi dan fasilitas bertaraf internasional dengan standar terbaik, serta gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia dan belahan bumi bagian selatan/southern hemisphere.

Adapun Autograph Tower dilengkapi dengan perkantoran serta Menara Observasi dan Sky Garden yang dapat diakses publik, Hotel Bintang 6, dan Waldorf Astoria Hotel.

Thamrin Nine ini menempati lokasi premium dan strategis yakni di Jalan Thamrin yang terkoneksi langsung ke Moda Raya Terpadu (MRT). Selain itu, dapat diakses juga melalui Commuter Line, dan Railink menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Stasiun BNI City.

"Thamrin Nine pilihan utama untuk berkantor, tinggal, berbisnis, sekaligus aktivitas harian lainnya yang dibutuhkan kalangan mapan metropolitan," ucapnya.

Adapun untuk membangun Kompleks Thamrin Nine ini membutuhkan sekitar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun.

"Hingga saat ini, ruang perkantoran di Autograph Tower telah tersewa sekitar 50 persen dan akan serah terima pada April 2021," kata Alvin.

Selain Autograph Tower, Thamrin Nine juga memiliki gedung pencakar langit lainnya yakni Luminary Tower dengan ketinggian 300 meter. Luminari Tower ini terdiri dari perkantoran yang dilengkapi dengan Pan Pacific Hotel (Bintang-5), Park Royal Hotel (Bintang-4), dan 180 unit Park Royal Serviced Suites telah diambil alih oleh UOL Group Limited.

"Luminary Tower akan beroperasi pada Juni 2021," ucapnya.

Lalu di area Thamrin Nine juga terdapat Retail Arcade (podium penghubung antara kedua tower), lifestyle center yang dilengkapi berbagai fasilitas hiburan dan gaya hidup, seperti Amphitheater, Bioskop IMAX, restoran, bowling, billiard, dan lain-lain. Kehadirannya, akan memberikan warna baru bagi gaya hidup modern di area CBD Jakarta

Selanjutnya, Le Parc: The Mansion, The Townhomes, dan The Terraces Tower. Gedung ini mencakup hunian mewah bertingkat sedang dengan konsep “Garden of Eden” yang memiliki fasilitas unik yaitu sebuah Taman Tengah bergaya Eropa asri nan cantic.

“Garden of Eden akan disejukkan oleh pendingin ruangan sepanjang hari serta dinaungi atap kaca megah yang dapat dibuka. Ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia,” tutur Alvin.

Project Director PT Putragaya Wahana, Herman Bunjamin menjamin meskipun kompleks Thamrin Nine memiliki gedung pencakar langit, namun gedung tersebut tahan gempa.

"Bangunan pencakar langit ini telah didesain menghadapi berbagai tipe gempa di Indonesia. Jadi aman dan enggak perlu khawatir," ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia