Ini Penyebab Tingginya Penularan Covid-19 di Sektor Transportasi Darat

Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
21 Desember 2020 15:37 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perjalanan via darat yang tidak terkendali menjadi penyebab kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono menuturkan korban Covid-19 sepanjang tahun tidak mengalami penurunan.

Dia menyebut fakta lapangan untuk angkutan kendaraan darat baik pribadi maupun sewa memang tidak menerapkan pengendalian protokol kesehatan. Hal ini berbeda dengan penerbangan, pelayaran, perkeretaapian dan bus yang sudah terakreditasi cukup ketat menerapkan aturan.

"Untuk kendaraan pribadi dan sewa yang perjalanan darat, ini luar biasa selain impor [pemindahan kasus dari satu daerah ke daerah lain] Covid-19, tetapi juga potensi transmisi lokal, karena kendaraan darat karakteristik khusus door to door, perlu dipikirkan jalan keluarnya," ujarnya, Senin (21/12/2020).

Di sisi lain, pemerintah daerah (pemda) hingga tingkat kabupaten/kota daerah tujuan sangat terbatas dalam upaya mengelola pengendalian Covid-19. Dia mencontohkan di Yogyakarta, akhirnya pemda mengeluarkan kebijakan agar warga asli Yogyakarta tidak keluar rumah saat wisatawan dalam negeri berdatangan ke wilayah destinasi wisata tersebut.

"Ini keprihatinan kami, ini yang terjadi impor Covid yang terjadi dalam kendaraan darat jarak jauh oleh kendaraan pribadi dan sewa khusus dampaknya transmisi lokal, menyebabkan kerumunan, sehingga menjadi penyebab Covid-19," ujarnya.

Dia juga menyebut kebijakan pemerintah juga banyak membuat pusing kepala karena terjadi inkonsistensi. "Kami bersama-bersama mengambil alih peran aktif memberikan sikap sebaiknya harus bagaimana pemerintah karena banyak kebijakan pemerintah yang bikin publik pusing, rapid antigen, vaksin," imbuhnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia