Advertisement
Xi Jinping Bersih-Bersih Total, Jenderal Kepercayaan Ikut Terseret
Presiden Tiongkok, Xi Jinping. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya Presiden Xi Jinping membersihkan militer China memasuki babak ekstrem setelah jenderal inti lingkar kekuasaan resmi diselidiki, memicu guncangan serius di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat.
Kementerian Pertahanan Nasional China pada Sabtu (24/1/2026) mengonfirmasi bahwa Jenderal Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), tengah menjalani penyelidikan atas dugaan pelanggaran disiplin berat. CMC merupakan lembaga tertinggi Partai Komunis China yang mengendalikan seluruh kekuatan bersenjata negara tersebut.
Advertisement
Tak berhenti di Zhang, penyelidikan juga menyeret Jenderal Liu Zhenli, anggota CMC sekaligus Kepala Departemen Staf Gabungan PLA. Hingga kini, otoritas China belum membeberkan secara rinci jenis pelanggaran hukum maupun disiplin yang dituduhkan kepada dua jenderal bintang empat itu.
Kasus Zhang Youxia dipandang sebagai titik balik paling radikal dalam kampanye antikorupsi Xi Jinping di tubuh militer. Publik dikejutkan karena Zhang selama puluhan tahun dikenal sebagai sahabat lama sekaligus figur paling dipercaya Xi di lingkungan pertahanan.
BACA JUGA
"Langkah ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah militer Tiongkok dan merupakan penghancuran total komando tinggi," tegas Christopher K. Johnson, mantan analis CIA, sebagaimana dikutip dari The New York Times, Senin (26/1/2026).
Dengan disingkirkannya Zhang dan Liu, struktur Komisi Militer Pusat kini praktis hanya menyisakan dua figur aktif, yakni Xi Jinping sebagai ketua dan Jenderal Zhang Shengmin. Secara statistik, Xi tercatat telah mendepak lima dari enam jenderal yang ia tunjuk sendiri ke dalam CMC pada 2022.
Sejumlah analis menilai Xi Jinping tampaknya telah menyimpulkan bahwa elite lama di tubuh militer justru menjadi sumber persoalan struktural. Agenda antikorupsi yang sebelumnya dianggap selektif kini dinilai telah berubah menjadi pembersihan tanpa kompromi.
"Pembersihan terhadap teman masa kecil seperti Zhang Youxia menunjukkan bahwa kini tidak ada batasan bagi semangat antikorupsi Xi," tambah Johnson.
Sinyal kejatuhan Zhang sejatinya telah tercium sejak beberapa pekan terakhir. Rumor berkembang setelah Zhang Youxia dan Liu Zhenli tidak terlihat dalam sejumlah pertemuan penting Partai Komunis China. Meski Zhang sempat menghilang dari publik, pengumuman resmi yang cepat dinilai bertujuan meredam spekulasi politik yang lebih liar.
Namun, dampak psikologis di internal militer dinilai sulit dihindari. Su Tzu-yun, pakar PLA dari Institute for National Defense and Security Research, menyebut penyingkiran Zhang sebagai pukulan telak terhadap moral prajurit karena sosoknya selama ini dianggap nyaris tak tersentuh.
Tak hanya soal moral, kesiapan operasional PLA juga menjadi sorotan. Zhang Youxia dan Liu Zhenli merupakan figur kunci yang bertanggung jawab atas komando taktis. Kehilangan keduanya membuat pucuk pimpinan militer China praktis tanpa pengalaman tempur langsung.
"Saat ini tidak ada seorang pun di tingkat tertinggi yang memiliki pengalaman operasional. Ini akan meninggalkan luka yang sangat dalam," ungkap Shanshan Mei, peneliti dari RAND Corporation.
Ironisnya, Zhang Youxia merupakan veteran perang perbatasan China–Vietnam tahun 1979 dan termasuk sedikit jenderal senior yang pernah merasakan langsung medan tempur. Namun, rekam jejaknya sebagai mantan kepala pengadaan senjata PLA diduga menjadi celah utama penyelidikan, mengingat sektor tersebut rawan praktik suap kontrak persenjataan.
Kini, Xi Jinping dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun ulang struktur komando militer dari titik paling dasar. Para pengamat menilai proses pembersihan ini akan berlangsung panjang dan, dalam jangka pendek, berpotensi menekan eskalasi militer China di wilayah sensitif seperti Taiwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement







