Advertisement
Belgia Berlakukan Embargo Total Senjata dan Transit ke Israel
Bendera Israel. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Belgia memperketat sikap politiknya dengan melarang seluruh ekspor dan transit senjata menuju Israel sejak 22 Januari 2026.
Keputusan tersebut, sebagaimana dilaporkan Anadolu, merupakan kebijakan federal yang bersifat mengikat dan tidak memberikan pengecualian apa pun. Seluruh penerbangan yang mengangkut kargo militer ke Israel kini dilarang melintas di wilayah udara Belgia, terlepas dari negara asal pesawat tersebut.
Advertisement
Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, menjelaskan bahwa kebijakan ini terdiri dari dua pilar utama. Pertama, pelarangan total ekspor langsung senjata dan perlengkapan militer ke Israel. Kedua, penutupan jalur transit udara bagi pesawat yang membawa muatan persenjataan menuju negara tersebut.
Prevot menegaskan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan Belgia terhadap hukum internasional dan komitmen untuk tidak terlibat secara tidak langsung dalam eskalasi konflik bersenjata. Pemerintah Belgia, menurutnya, berkewajiban memastikan bahwa wilayah kedaulatan negara tidak dimanfaatkan untuk memperburuk krisis kemanusiaan.
BACA JUGA
Aturan baru ini secara khusus dirancang untuk menutup celah hukum yang sebelumnya memungkinkan pengiriman senjata melalui mekanisme “transit tanpa henti”. Dalam skema tersebut, pesawat kargo militer hanya melintas tanpa proses bongkar muat, sehingga tidak terjangkau pengawasan ketat otoritas Belgia.
Untuk menjamin efektivitas kebijakan, otoritas bea cukai Belgia bersama badan SPF Mobilitas dan Transportasi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penerbangan yang dicurigai membawa perlengkapan militer. Maskapai penerbangan kini diwajibkan menyerahkan dokumen rinci terkait jenis muatan, tujuan akhir, dan rute penerbangan.
Embargo ini juga membawa implikasi besar terhadap tata kelola internal Belgia. Secara konstitusional, izin ekspor senjata berada di bawah kewenangan pemerintah daerah, sementara urusan transportasi dan transit menjadi tanggung jawab pemerintah federal. Dengan diberlakukannya larangan federal, seluruh izin ekspor senjata yang telah dikeluarkan pemerintah daerah otomatis kehilangan efektivitasnya.
Di tingkat internasional, langkah Belgia dipandang sebagai sinyal politik yang kuat, baik di lingkup Uni Eropa maupun global. Kebijakan ini menambah tekanan diplomatik terhadap Israel di tengah konflik Gaza yang terus berlanjut sejak Oktober 2023.
Sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut berpotensi memicu perdebatan serius di internal Uni Eropa terkait penyelarasan kebijakan ekspor senjata ke wilayah konflik. Seusai pengumuman resmi ini, pengamanan dan pengawasan di bandara-bandara internasional Belgia dilaporkan telah diperketat untuk memastikan embargo berjalan tanpa pelanggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Disdikpora Bantul Usulkan Revitalisasi SD dan SMP ke Pemerintah Pusat
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Zona Rawan Longsor, Bupati Dorong Relokasi Warga Ngawen
- Vape Disebut Pintu Masuk Narkoba, Ini Penjelasan BNN
- BPJS Nonaktif Tetap Dilayani, Jamkesda Jogja Disiapkan
- Kasus TBC Jogja 1.333 Orang, Dinkes Perkuat Skrining Kontak
- Pengaduan Kopdes Merah Putih Kini Bisa Lewat Call Center
- Bupati Bantul Larang Mercon dan Perang Sarung Saat Ramadan
- Dana Desa Rp200 Juta Disiapkan untuk Ketahanan Pangan Tirtohargo
Advertisement
Advertisement






