Ada Virus Corona Varian Baru, Belanda Larang Penerbangan dari Inggris

Belanda melarang penerbangan dari Inggris untuk mencegah masuknya varian virus corona jenis baru masuk ke Belalnda. - ilustrasi
21 Desember 2020 02:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Belanda melarang penerbangan yang membawa penumpang dari Inggris setelah pihak berwenang menemukan kasus pertama dari jenis virus corona baru yang lebih ganas di negara tersebut.

Pemerintah Belanda, dalam sebuah pernyataan pada pagi ini, menyatakan larangan tersebut akan tetap berlaku hingga 1 Januari seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (20/12). Sebelumnya Inggris memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di tengah konfirmasi adanya varian baru dari Covid-19.

“Mutasi menular dari virus Covid-19 sedang berkembang di Inggris. Varian itu menyebar lebih mudah, lebih cepat dan lebih sulit dideteksi,” menurut kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Badan Kesehatan Masyarakat Belanda, RIVM, merekomendasikan setiap penemuan jenis virus dari Inggris akan membuat sebanyak mungkin pembatasan atau mengendalikan pergerakan penumpang.

Kementerian itu menyatakan studi kasus di Belanda pada awal Desember mengungkapkan adanya virus dengan varian baru di Inggris.
Para ahli sedang melihat bagaimana infeksi terjadi dan apakah ada kasus terkait, tambahnya.

Kabinet Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memerintahkan larangan penerbangan dari Inggris sebagai tindakan "pencegahan", menurut kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa pemerintah Belanda sedang meninjau moda transportasi lainnya.

"Selama beberapa hari ke depan, bersama dengan negara anggota Uni Eropa lainnya, pemerintah akan menjajaki ruang lingkup untuk lebih membatasi risiko jenis baru virus yang dibawa dari Inggris," tambahnya.

Belanda berada di bawah penguncian lima minggu hingga pertengahan Januari. Sekolah-sekolah dan semua toko yang tidak penting ditutup untuk memperlambat lonjakan virus.

Larangan penerbangan Inggris keluar setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan para ilmuwan mengumumkan kemarin bahwa jenis baru virus corona yang diidentifikasi di negara itu memiliki kemampuan penularan 70 persen lebih luas. Akan tetapi Johnson mengatakan varian baru tidak lebih mematikan dan vaksin tetap efektif untuk mencegahnya.

Sumber : Aljazeera.com