Jelang Perayaan Natal, Panitia Paroki Kumetiran Jalani Rapid Test

Jelang Perayaan Natal tahun ini, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Jogja menerapkan rapid test bagi panitia Natal yang bertugas pada Ibadah Natal nantinya. - Ist
20 Desember 2020 06:07 WIB Sugeng Pranyoto News Share :

Harianjogja.com, JOGJA –  Jelang Perayaan Natal tahun ini, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Jogja menerapkan rapid test bagi panitia Natal yang bertugas pada Ibadah Natal nantinya. Rapid test yang dilaksanakan oleh petugas medis RS panti Rapih dilangsungkan di panti atas Paroki setempat,  Sabtu (19/12/2020).

“Ada 40 petugas Natal yang di-rapid test, dari Romo, petugas keamanan dan petugas tata laksana. Baik nantinya yang bertugas di Gereja Kumetrian maupun  di Gereja St Lidwina Bedog,” kata Pastor Kepala Paroki Kumetiran,  Romo Yohanes Dwi harsanto Pr, saat ditemui usai rapid test di parokinya.

Rapid test  di saat masa pandemi Covid-19, menurut Romo Santo, selain untuk mematuhi  imbauan pemerintah, bahwa Gereja harus proaktif dan menjalani  rapid test secara mandiri di  masa pandemi. Juga, dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa nyaman dan aman bagi umat yang nantinya akan mengikuti Ibadah Natal di Gereja Kumetiran maupun Stasi Bedog.  

Dia mengimbau umat  untuk terus menjaga kesehatan. Kalau merasa sakit  jangan pergi ke Gereja. Cukup di rumah saja dengan  mengikuti Misa Natal melalui live streaming dari rumah. “Yang sepuh-sepuh, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak di rumah saja. Mengikuti Misa streaming dari rumah,” pesan Romo Santo.

Romo Santo yang juga Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS) menjelaskan,  Perayaan Natal di wilayah parokinya bakal dilaksanakan sepuluh kali. Yaitu tujuh kali di Gereja Kumetiran dan tiga kali di Stasi Bedog. “Gereja Bedog kan masih di bawah wilayah Paroki Kumetiran,” jelas  dia.

Kapasitas Gereja Kumetiran disebutnya hanya untuk 600 umat, tapi maksimalnya bisa menampung 1.200 umat.  Dan setiap kali Misa hanya diisi sepertiga atau 30% dari kapasitas yang ada. “Kalau kondisi normal tiap bangku biasanya diduduki lima sampai enam umat, tapi di saat pandemi ini tiap bangku hanya boleh ditempati satu atau dua umat saja,” tutur Imam Projo KAS ini.

Misa Natal nanti selain dipersembahkan oleh para Pastor Paroki setempat juga dilibatkan pula para Imam yang tinggal di Komunitas Serikat Yesus (SJ) di Bener. Umat yang boleh mengikuti Ibadah Natal di Gereja terbatas umat di parokinya. “Mereka sebelumnya sudah kami daftar nama-namanya,” jelas dia.

Pesan Natal  di tengah kerpihatinan pandemi Covid  kali  ini umat Katolik supaya tetap bersatu bersama Tuhan, dan ikut berperan dalam menyumbangkan tenaga di tengah masyarakat. “Kami juga berharap umat tidak mengajak saudaranya mudik, tapi menyarankan mengikuti Perayaan Natal di daerahnya masing-masing,” pungkas Romo Santo. (*)