7 Orang Terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK, Ini Pesan Wimboh
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018)./ANTARA-Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA -- Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menjadi penyebab berakhirnya tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC). Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Ramli.
Seperti diketahui, acara yang dipandu Karni Ilyas itu telah mengumumkan Selasa (15/12/2020) menjadi episode terakhir ILC.
Menurut mantan menteri koordinasi bidang kemaritiman negara ini hal tersebut semakin menunjukan semangat otoriter penguasa saat ini. Padahal, lanjut Rizal, jika dibandingkan dengan pemerintahan Habibie dan Gus Dur, kritik terhadap Presiden Jokowi tidak ada apa-apanya.
“Menurut saya acara ILC ini biasa-biasa saja,” katanya dalam episode terakhir ILC, Selasa (15/12/2020).
Baca juga: Penerapan Prokes Pulihkan Ekonomi
Sebelumnya, melalui akun Twitter, Rizal Ramli juga menyatakan hal serupa.
“Bang Karni,, ikut prihatin ??Yg kuasa makin lama semakin panik, semakin tidak percaya diri, dan semangat otoriter-nya sedang menggebu-gebu, takut dgn bayangannya sendiri ? This is a temporay retreat. Kegelapan tidak akan lama, akan terbit terang ??,” tulis Rizal melalui akun @RamliRizal, Selasa (15/12/2020).
Usai pernyataan Rizal Ramli tersebut, Karni mengklarifikasi bahwa berakhirnya program ILC bukan karena dibungkam oleh pemerintah. Namun hal ini merupakan murni keputusan manajemen.
Adapun sebelunya Karni Ilyas mengumumkan Indonesia Lawyers Club (ILC) hari ini, Selasa (15/12/2020) adalah episode terakhir melalui akun Twitter pribadinya, @karniilyas.
Karni sebagai pembawa acara pun meminta maaf kepada para penontonnya.
“Dear Pencinta ILC: Sekalian kami umumkan edisi ini adalah episode terakhir akhir tahun ini dan merupakan episode perpisahan. Sebab mulai tahun depan berdasarkan keputusan manajemen TV One, ILC dicutipanjangkan sementara waktu. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pencinta ILC,” demikian pernyataan lengkap Karni.
Baca juga: Libur Nataru, Pemda Minta Warga Jogja di Rumah Saja, Wisatawan Luar Dibolehkan Datang
Tweet tersebut pun menjadi sorotan warganet. Beberapa warganet menyanyangkan berakhirnya program ILC, tetapi åda juga yang mendukung ILC dihentikan.
“Sangat baik sekali. Tdk ada saling caci maki memfitnah bernusuhan karena ILC setiap permasalahan tdk ada titik temunya membuat orang jadi tdk baik,” kata Soeryo Agung Wibowo melalui akun Twitter @angkerisma.
Kontras, Ian Fares menyayangkan keputusan tvOne menghentikan program ILC. “Lho... kok dihentikan tayangannya Dt,Karni... dimanapun tayangan media elektronik acara yg paling ditunggu2 ya ilc ini... ba,a carito,no ko datuak...,” tulis akun @IanFares.
Bentrok FPI-Polisi
Sementara itu, ada juga warganet yang menyambungkan berhentinya program ILC dengan perisitiwa bentrok FPI-Polisi. “Sudah kuduga,...mungkin terlalu berat kl bahas HAM di kM 50.semoga sehat selalu uda karni,” tulis Abiyasa81 melalui akun Twitter @Abiyasa811.
Adapun program ILC adalah tayangan talkshow di tvOne yang hadir setiap Hari Selasa pukul 19.30 WIB. Dalam acara ini, Karni kerap mengundang tokoh politik, akademisi, dan juga berbagai narasumber lainnya untuk membahas topik yang sedang hangat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.