Studi: Anjing Bisa Lacak Virus Corona dari Aroma di Ketiak

Ketiak basah - boldsky.com
12 Desember 2020 15:27 WIB Krizia Putri Kinanti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Anjing dapat dilatih untuk melacak orang yang terinfeksi virus Corona dengan mengendus ketiak mereka.

Dikutip dari Dailymail, Sabtu (12/12/2020), peneliti dari National Veterinary School of Alfort, Prancis, merekrut enam anjing yang sebelumnya dilatih untuk mengendus hal-hal lain dan melatihnya kembali untuk mendeteksi Covid-19.

Sejumlah skema percontohan yang melibatkan anjing telah diujicobakan di seluruh dunia, termasuk di Uni Emirat Arab, Lebanon, Finlandia, dan Australia.

Wisatawan mungkin sudah pernah melihat anjing yang dilatih secara khusus di beberapa bandara, tetapi para peneliti masih berusaha untuk membuktikan tanpa keraguan bahwa anjing dapat menangkap bau sebelum metode tersebut sepenuhnya diadopsi dan diluncurkan secara internasional.

Tim di balik penelitian berharap temuan mereka akan berarti anjing dapat digunakan di beberapa bagian dunia tanpa infrastruktur untuk pengujian massal yang mahal. Sebuah tim ilmuwan Prancis kini telah menunjukkan bahwa sahabat manusia juga dapat membantu menyelamatkan nyawa selama pandemi dengan mendeteksi virus 75 hingga 100 persen setiap saat.

Namun, anjing pendeteksi itu bisa digunakan di mana saja, dengan harapan swab test invasif bisa diganti dengan sampel keringat yang diambil dari ketiak untuk diendus anjing, kata para ahli.

Profesor Dominique Grandjean, penulis studi, mengatakan bahwa anjing dapat memeriksa banyak orang dalam waktu singkat, menambahkan 'hasilnya bagus.' "Ini sukses secara teknis dan ilmiah dan mengejutkan karena kami tidak tahu apa yang akan kami dapatkan sebagai hasil," kata Grandjean.

Organisasi Kesehatan Dunia telah memvalidasi dan sebagian mendanai uji coba anjing, dengan UEA yang paling maju dalam hal peluncuran anjing penghirup Covid. Mereka memelihara anjing di tiga bandara internasional dan mengerahkan beberapa unit mobil untuk pergi ke desa-desa dan ke orang-orang yang mungkin lebih terpapar virus.

"Bagi kami idenya, tentu saja, adalah bandara, tetapi saya dapat membayangkan sebuah kota kecil memiliki sepasang anjing dan berkata kepada penduduk' Anda dapat diuji kapan pun Anda mau. Datang saja dan taruh kapas di bawah ketiakmu dan berikan itu pada anjing itu dan dia akan memberitahumu ya atau tidak [terkena virus corona],Anjing-anjing itu bisa melakukannya dengan sangat cepat pada banyak orang," Grandjean menjelaskan.

Anjing juga bisa digunakan jika orang enggan menjalani tes swab yang tidak nyaman, menurut peneliti Prancis. Selama penelitian yang dimulai pada Maret, tim merekrut enam anjing yang sebelumnya dilatih untuk mengendus bom, kanker usus besar, atau digunakan dalam misi pencarian dan penyelamatan.

Mereka kemudian mengumpulkan sampel keringat dari 177 orang - 95 dengan Covid-19 dan 82 tanpa Covid-19 - dan kemudian menempatkan sampel di dalam kerucut untuk diendus anjing. Dalam uji coba, anjing-anjing tersebut seringkali bisa membedakan keringat yang terinfeksi dan sampel tiruan dan negatif.

Meskipun studi yang dipublikasikan hanyalah 'bukti konsep' dan tidak dapat dianggap sebagai bukti absolut, Grandjean dan timnya kini telah melakukan studi lebih lanjut untuk memvalidasi hasil mereka dan lebih banyak lagi direncanakan untuk awal 2021.

Mereka juga telah mengeluarkan 'panduan praktis' kepada akademisi lain untuk membantu orang lain dalam penelitian mereka dan membangun satu set 'standar pelatihan internasional' untuk anjing.

"Kami telah bekerja dengan banyak negara. Saya pikir kami memiliki 20 negara yang bekerja untuk kami. Sungguh menakjubkan, sungguh menakjubkan," ungkap Grandjean.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia