Setelah Inggris, Kanada Izinkan Vaksin Covid-19 Pfizer

Vaksin buatan Pfizer yang disetujui Inggris - Reuters
10 Desember 2020 12:57 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pejabat kesehatan Kanada menyetujui vaksin Covid-19 dari Pfizer dan BioNTech. Kanada menjadi negara kedua yang menyetujui penggunaan vaksin setelah Inggris.

Pfizer Canada menyatakan bahwa Health Canada telah memberikan otorisasi di bawah perintah sementara untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

“Ini adalah langkah maju yang bersejarah dalam upaya kami untuk mengurangi jumlah orang Kanada yang menderita virus yang menghancurkan ini,” kata Pfizer Canada melalui akun Twitter.

Perintah sementara yang membantu mempercepat proses persetujuan itu mirip dengan otorisasi penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Adapun, vaksin tersedia untuk mereka yang berusia di atas 16 tahun.

Health Canada – badan kesehatan federal negara – mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa persetujuan ini diberikan setelah tinjauan menyeluruh dan independen terhadap bukti, yang menunjukkan vaksin memenuhi syarat keamanan, kemanjuran, dan kualitas.

Badan kesehatan itu mencatat bahwa sejumlah dokumen terkait keputusan tersebut telah dipublikasikan sebagai upaya untuk memberikan transparansi. Menurut mereka, warga Kanada dapat merasa yakin bahwa proses peninjauannya ketat dan sistem pemantauan yang kuat.

“Health Canada dan Public Health Agency of Canada akan memonitor dengan ketat keamanan vaksin setelah dipasarkan dan tidak akan ragu mengambil tindakan jika ada masalah keamanan yang teridentifikasi,” kata pejabat dalam pernyataan itu, seperti dikutip Fox News, Kamis (10/12/2020).

Health Canada mencatat bahwa vaksin ini untuk siapa saja yang berusia di atas 16 tahun. anak-anak dikecualikan saat ini karena penelitian lebih lanjut tentang vaksin masih diperlukan untuk mereka yang berusia di bawah 16 tahun.

Serupa dengan rekomendasi peluncuran vaksin di Amerika Serikat, National Advisory Committee on Immunization (NACI) dilaporkan telah merekomendasikan penduduk dan staf fasilitas perawatan jangka panjang, petugas perawatan kesehatan garis depan, serta orang dewasa berusia 70 tahun atau lebih.

Berita dari Kanada menyusul kabar baik dari Inggris, yang minggu lalu menjadi negara pertama di Barat yang menyetujui suntikan dua dosis Pfizer dan BioNTech - meskipun beberapa mengkritik tindakan cepat tersebut.

Seorang wanita berusia 90 tahun pada hari Selasa waktu setempat menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Inggris Raya. Sementara itu Amerika Serikat dijadwalkan mempertemukan pejabat kesehatan dan perusahaan dalam waktu dekat untuk otorisasi penggunaan darurat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia