Amien Rais: Euforia Kepulangan Rizieq karena Kezaliman, Bukan Kekosongan Kepemimpinan

Amien Rais (tengah) menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk salat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
02 Desember 2020 14:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Amien Rais memberi komentar soal sambutan masyarakat saat kepulangan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. Menurut pendiri Partai Ummat ini, situasi ini lantaran masih adanya kezaliman di dalam negeri.

Saat menjadi pembicara pada reuni PA 212 secara virtual, Amien Rais menyinggung tentang pernyataan Mantan Presiden Jusuf Kalla terkait gelombang massa saat kepulangan Rizieq.

"Jadi saya ingin mengoreksi atau memperbaiki Jusuf Kalla nengatakan mengapa ketika habib yang kita cintai ini datang kembali kembali dari Saudi Arabia sambutannya luar biasa. Kata Pak JK karena kekosongan kepemimpinan. Menurut saya lebih tepat saya katakan karena ada kezaliman," katanya, saat dialog virtual di akun Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Gedor Rumah Menkoplhukam Mahfud MD di Pameksan, Ratusan Orang Minta Rizieq Shihab Tak Ditahan

Menurutnya, respon itu lantaran khalayak membutuhkan seseorang yang berani. Keterangan ini kata dia didapat dari orang terdekat Rizieq Shihab, Bukhari Muslim.

"Beliau biasa [dalam beribadah] tapi beliau punya keberanian. Jadi ketika habib berani, maka akan menyetrum ada elektrical wave buat umat Islam Indonssia, bahkan luar negeri untuk berbondong-bondong mendikung perjuangan beliau," ujarnya.

Amien Rais mengaku akan mendukung perjuangan Rizieq untuk menghapus kezaliman dan menegakkan keadilan. Kaliman ini sejatinya sama persis dengan motto Partai Ummat yang didirikannya yaitu melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

"Tentu saya sekalipun sudah agak tua Insya Allah habib kita akan bergandengan tangan untuk menyelenyapkan kezaliman dan menegakkan keadilan," tuturnya.

Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab meminta maaf kepada publik setelah menyebabkan terjadinya kerumunan pascakepulangannya ke Indonesia awal November lalu.

"Saya minta maaf ke masyarakat, di Bandara, di Petamburan, Tebet dan Megamendung terjadi penumpukan yang tidak terkendali. Karena sangat antusiasnya umat," katanya.

Baca juga: Polri Ancam Bubarkan Reuni 212 Jika Tetap Berlangsung

Dia mengatakan bahwa DPP FPI tidan akan menggelar kegiatan apapun yang menyebabkan kerumunan. Bahkan jadwal kunjungan ke daerah dihentikan selama pandemi masih berlangsung.

Saat kepulangannya ke Indonesia 9 November lalu, ribuan masyarakat memadati Bandara Soekarno Hatta menyambut kedatangan Rizieq dan rombongan setelah bertahan di Arab Saudi sekitar 3,5 tahun lebih.

Beberapa hari berselang, Rizieq mengadakan pernikahan anaknya Najwa Shihab pada 14 November 2020. Meski mengaku tidak mengundang banyak orang, namun ribuan orang terlihat memadati kawasan Petamburan.

Hal ini terjadi lantaran Rizieq mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW usai pernikahan anaknya. Pasca kerumunan tersebut puluhan orang dinyatakan reaktif Covid-19.

Sumber : bisnis.com