Agus Yudhoyono Bicara soal Pembantaian di Sulawesi Tengah

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
01 Desember 2020 08:57 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengutuk pembantaian empat orang jemaat Gereja Bala Keselamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Selatan yang menewaskan satu keluarga dan pembakaran rumah warga.

Informasi yang beredar sangat simpang siur, sebab pihak kepolisian mengungkapkan bahwa bangunan yang dibakar adalah rumah warga. Namun, pemimpin Bala Keselamatan buka suara dan mengungkapkan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat ibadah warga Sigi.

Tempat ibadah yang dibakar merupakan pos pelayanan gereja. Pos pelayanan didirikan karena lokasi rumah warga yang jauh dari gereja dan sulitnya izin dalam membangun gereja.

Kelompok agama minoritas di Indonesia mengalami kesulitan  dalam mendirikan rumah ibadah sejak adanya surat keputusan bersama (SKB) menteri tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah. SKB tersebut merupakan kebijakan yang dilahirkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Letusan Merapi Diyakini Tak Sebesar 2010, Ini Penjelasan BPPTKG

Agus yang juga putra sulung SBY bercuit di Twitter agar pemerintah bisa bertindak tegas terhadap oknum yang melakukan pembunuhan terhadap 4 orang di Sigi.

"Saya juga mendukung tindakan tegas pemerintah untuk mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai ketakutan masyarakat yg berlarut2 menjadi sumber perpecahan & konflik di masa depan," ungkapnya, Selasa (1/12/2020).

Terpisah, Pimpinan Bala Keselamatan Kantor Pusat Bandung Yusak Tampai meminta kepada pemerintah dan kepolisian agar memberikan perlindungan kepada kaum minoritas di Indonesia.

Yusak berharap agar pemerintah dan polisi bisa bertindak adil, jujur dalam menegakkan kebenaran dan mengungkap pelaku yang melakukan serangan brutal hingga menghilangkan nyawa manusia.

“Ini merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan kami mengecamnya dengan keras. Kami juga mengharapkan pemerintah dan kepolisian Kabupaten Sigi-Sulawesi Tengah dapat segera mengungkap pelaku serangan brutal ini, memberi tindakan yang sesuai dan mengusut serta membasmi jaringan-jaringan kejahatan ini,” tulisnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/11/2020).

Dia menambahkan bahwa seluruh jemaat merasakan duka yang mendalam terhadap peristiwa pembunuhan 4 orang jemaat di Gereja Bala Keselamatan.

Baca juga: Pelaku Perusakan Saat Demo Omnibus Law di Malioboro Terungkap, Masih Pelajar

Adapun aksi pembakaran tempat ibadah menjadi bukti bahwa aksi kekerasan sering sekali dialami oleh kelompok minoritas di Indonesia. Yusak menuturkan bahwa segala tindakan kekerasan, dengan alasan dan cara apapun, merupakan tindakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia.

Pos pelayanan gereja bala keselamatan sigi palu sulawesi selatan dibakar

Pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan Sigi Palu Sulawesi Selatan yang rutin digunakan sebagai tempat ibadah warga, dibakar./istimewa

Sumber : bisnis.com