Beda Gaya Anies vs Jokowi Baca Buku, Ini Kata Rocky Gerung

Beda Gaya Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Anies Baswedan saat membaca buku. - Sumber: Instagram dan Twitter
23 November 2020 20:57 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Akademisi sekaligus filusuf Rocky Gerung membandingkan unggahan foto Anies Baswedan di media sosial Instagram saat sedang membaca buku How Democracies Dies dan gaya Joko Widodo terdahulu.

Menurutnya, unggahan Instgram @aniesbaswedan yang sedang karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt adalah bentuk sinyal poltik yang diberikan dengan cara soft power.

Rocky lantas membandingkan duel politik yang tercermin dari sikap Front Pembela Islam (FPI) yang memaki Nikita Mirzani atau Pangdam Jaya yang memerintahkan menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab.

Pernyataan itu disampaikan dalam video berjudul "Beda Buku yang Dibaca Anies dengan Jokowi" yang diunggah pada Senin (23/11/2020) di akun YouTube Rocky Gerung Official.

"Itu nurun-nurunin baliho konkret, maki-maki Nikita itu juga konkret itu. Enggak perlu begituan, jadi Anies kasih contoh bahwa saling mengirim sinyal dengan cara-cara soft power," ungkap Rocky Gerung dikutip pada Senin (23/11/2020).

Bukan itu saja, Rocky Gerung memuji tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang seharusnya berpolitik seharusnya seperti ini.

Dia menuturkan politisi seharusnya bertanding dengan cara saling ngeledek dengan kemampuan intelektual.

Menurutnya, sikap yang ditonjolkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman atau Habib Rizieq Shihab menunjukkan duel politik yang kasar.

"Enggak usah teriak-teriak pakai mic, di petamburan atau Pangdam harus bikin gelar pasukan, kan itu politik yang kasar sebetulnya. Kita harus balik pada politik peradaban, begitu kira-kira," ungkap Rocky.

Uniknya, dalam video tersebut Rocky juga membandingkan unggahan Anies dengan foto Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, terlihat Jokowi tengah membaca karya komik anak bangsa berjudul "Si Juki". Diketahui bahwa komik ini dibaca Jokowi pada 2016 silam.

"Soal kita saat ini, bagaimana agar suhu politik tetap hidup, tetap panas tetapi tidak membakar. Nah itu perlu kemampuan akal, bukan kemampuan buzzer," katanya yang juga menyinggung kejadian politk beberapa minggu ke belakang.

Rocky kemudian membahas sedikit isi buku ini yang menurutnya berisi demokrasi justru memburuk ketika mereka yang terpilih secara demokratis memperalat opini publik untuk mempertahankan kekuasaan.

Jika dikaitkan dengan buku itu, dia menilai ada kemiripan dengan kondisi demokrasi di Indonesia saat ini.

Berbeda dengan pendapat para pengamat politik terkait dengan kegiatan Anies yang membaca buku ini, Sejarawan JJ Rizal mengomentari unggahan Anies di Twitter dengan ajakan untuk rutin membaca buku.

"tks pak gubernur memilih menghabiskan akhir pekannya dgn membaca buku lantas diunggah, jika ini dilakukan rutin oleh banyak pejabat en jadi gerakan #minggubuku setidaknya di jakarta akan menolong penerbit-penerbit buku yg lama kurang perhatian serta kembang kempis napasnya," tulis JJ Rizal (@JJRizal) pada Senin pagi (23/11/2020).

Sumber : Bisnis.com