Ada Tentara di Markas FPI, Refly Harun: Koopsus TNI Hanya Bergerak Atas Perintah Presiden

Refly Harun - Antara
23 November 2020 18:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyebut orang lain selain Presiden RI yang menggerakkan Komando Operasi Pasukan Khusus (Koopsus) maka adalah pembangkang.

Dia menyampaikan bahwa Koopsus yang berdiri pada Juli 2019 yang terdiri atas tiga pasukan elit dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Dalam menjalankan fungsinya, sambung Refly, pasukan ini berada langsung di bawah perintah Panglima TNI di mana penggunaannya hanya atas perintah Presiden.

“Jadi kalau misalnya ada yang berani menggerakkan pasukan itu [Koopssus] tanpa perintah presiden berarti sudah melakukan yang namanya pembangkangan,” katanya dikutip dari YouTube Refly Harun Uncut, Senin (23/11/2020).

Adapun, pernyataan tersebut menjadi tanggapan Refly atas sebuah pemberitaan media massa yang berisikan penilaian Juru Bicara FPI Munarwan atas rangkaian kendaraaan Koopssus di depan Markas Besar FPI di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Munarman, kata Refly, menyebut salah satu dari tugas TNI adalah Operasi Militer Selain Perang (OMSP) - yang menjadi salah satu tugas Koopssus - hanya bisa dilakukan atas perintah Presiden.

“Dalam konteks silogisme ini masuk akal kalau Munarman mengatakan bahwa raungan sirene [kendaraan Koopssus] dari depan markas FPI itu adalah psywar, menakut-nakuti, membuat jera, atas nama Presiden [Joko Widodo] baik melalui perintah langsung maupun tidak langsung,” jelas Refly.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar soal markas FPI didatangi TNI menjadi salah satu topik di media sosial Twitter.

Terkait hal itu, penasihat Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar membenarkan kabar kehadiran TNI di Petamburan. Aziz menyebut soal kehadiran Koopsus.

Seperti diketahui, Petamburan dikenal sebagai lokasi Markas Front Pembela Islam. Adapun, markas FPI berlokasi di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat.

"Benar, ada Koopsus TNI dibawah Presiden ke Petamburan," tutur Aziz saat dikonfirmasi Bisnis, Kamis (19/11) malam.

 Aziz tidak menjelaskan lebih detail berapa banyak Koopsus yang tengah mengepung Markas FPI juga tujuannya datang ke Jalan Petamburan.

Sementara itu, Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Aidil memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Dia menyebutkan kejadian itu bukan hal luar biasa. 

"Keberadaan rangkaian mobil TNI di Pertamburan adalah sesuatu yang biasa saja seperti kendaraan lainnya," ujar Aidil, Kamis (19/11/2020) malam.

Aidil menambahkan, dalam kendaraan tersebut tidak ada pasukan atau personel kecuali pengemudi.

"Rangkaian mobil itu hanya melintas seperti di jalan-jalan lainnya. Tidak ada yang luar biasa. Jalan raya adalah jalan umum yang bisa dilewati siapa saja termasuk kendaraan TNI," ujarnya.

Sumber : Bisnis.com