Viral Video Pencopotan Baliho Habib Rizieq, FPI: Upaya Adu Domba

Rizieq Shihab - Antara
19 November 2020 20:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Video pencopotan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab viral di media sosial. Belum ada pihak yang bertanggung jawab menurunkan baliho tersebut.

Salah satu yang turut mengunggah video tersebut ialah Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono melalui akun Instagram miliknya @diaz.hendropriyono, Rabu (18/11/2020).

"Baliho ini memang tdk pantas utk dipajang di ruang publik. RS bukanlah Imam Besar utk umat Islam. Sdh selayaknya baliho diturunkan," ujarnya.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah pria berbaju loreng yang menurunkan baliho bergambar Rizieq Shihab. Belum diketahui pasti lokasi dari aksi pencopotan baliho tersebut. Namun, ada informasi baliho tersebut berada di Bekasi, Jawa Barat.

Namun Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Bekasi Abi Hurairah mengaku belum mendapatkan informasi mengenai pencopotan baliho bergambar Rizieq Shihab.

Namun dia menjelaskan menjelang Pilkada 2020, Satpol PP memiliki agenda untuk menurunkan sejumlah spanduk.

“Termasuk spanduk yang tidak berizin, yang habis masa izinnya. Termasuk banner dan baliho,” kata Abi kepada media, Kamis (19/11/2020).

Abi mengatakan pencopotan sejumlah baliho dan spanduk telah dilakukan Satpol PP sejak Agustus - September. “Kamisudah lakukan itu sebetulnya, dan rekan-rekan dari FPI sudah tahu kok,” katanya.

Sementara, warganet memperbincangkan beredarnya video tersebut. Beberapa warganet menduga hal itu dilakukan oleh TNI karena orang-orang yang tampil di video tersebut tampak mengenakan seragam seperti TNI.

FPI melalui akun Twitter @DPPFPI menyampaikan tanggapannya. Melalui akun tersebut, FPI meragukan pencopotan baliho Habib Rizieq dilakukan oleh TNI.

Masa iya TNI kerjanya malem-malem, diem-diem dan buru-buru gitu takut ketauan orang. Ini mau pancing kita buat musuhin TNI,” tulis akun @DPPFPI_ID, Kamis (19/11/2020).

FPI meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan pencopotan baliho Habib Rizieq.

Rizieq menjadi sorotan publik belakangan ini. Sejak kepulangannya kembali ke Indonesia, sejumlah tindakan Rizieq menuai pro dan kontra.

Ketua Mahkamah Konstitusi 2003--2008 Jimly Ashiddiqie pun ikut menyoroti HRS. Jimly meminta aparat hukum menindak pidato Rizieq yang dinilai penuh kebencian.

"Ini contoh ceramah yang bersifat menantang dan berisi penuh kebencian, permusuhan, yang bagi aparat pasti harus ditindak. Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atas namakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau'zhoh hasanah," tulisnya lewat akun Twitter.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia