Satgas Covid-19 Jelaskan Alasan Pembagian 20.00 Masker di Nikahan Anak Habib Rizieq

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara
19 November 2020 13:17 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan latar belakang dan alasan pembagian 20.000 masker kepada kerumunan massa di markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Satgas Covid-19 membagikan masker di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan resepsi pernikahan putri Habib Rizieq Shihab akhir pekan lalu. Menurutnya, pembagian 20.000 masker merupakan upaya mitigasi mengurangi risiko lantaran pencegahan kerumunan sudah gagal dilaksanakan. 

BACA JUGA: Mendagri Tegaskan Kepala Daerah yang Tak Taat Prokes Bisa Dicopot

"Pada saat pengendalian akhirnya tidak bisa dikendalikan. Kami sebut pencegahannya gagal. Apa yang harus kami lakukan? Mitigasi mengurangi risiko jangan sampai timbul korban apa yang terjadi," ungkap Wiku pada unggahan YouTube Najwa Shihab dikutip Kamis (19/11/2020).

Wiku mengungkapkan pencegahan telah dilakukan mulai saat kepulangan Rizieq Shihab pada 10 November lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan untuk bisa mengendalikan kondisi kerumunan ini karena sudah terindikasi dari kepulangan pentolan FPI tersebut.

Satgas Penanganan Covid-19 sendiri tugasnya memastikan pemerintah daerah untuk bisa berfungsi sistemnya dalam pencegahan Covid-19. Satgas melakukan pengecekan mulai dari Kepala BPBD, Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda maupun Pangdam.

"Kami mau pastikan Anda [pimpinan daerah] harus bisa mengendalikan jangan sampai ada timbul kerumunan. Wakil Gubernur juga langsung ditelepon Ketua Satgas untuk memastikan bahwa pengendaliannya bisa berjalan dengan baik, dengan Gubernur, dengan Kapolda dengan Pangdam, semua dilakukan," ujarnya.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Bakal Diperiksa Polisi Gara-gara Kerumunan Acara Habib Rizieq

Karena pencegahan ternyata gagal, BPBD lantas mengambil langkah mitigasi dengan membagikan masker saat kejadian.

Hal itu dilakukan sebagai upaya terakhir untuk melindungi masyarakat yang datang ke acara tersebut. Wiku menilai warga yang datang karena menemui idolanya mengindikasikan gerakan berasal dari masyarakat juga.

"Kami harus pastikan bisa untuk meminimalkan keadaan itu dengan memberikan masker. Jadi bukan kaitannya dengan persetujuan acara itu, bukan. Kami sudah minta untuk dicegah karena itu kendalinya di pemerintah daerah," jelas Wiku.

Meski demikian, dia menyadari muncul sentimen masyarakatkarena tindakan pembagian masker ini. Menurutnya kondisi 8 bulan ini tidak mudah untuk semua orang.

Namun, Satgas Covid-19 tidak bisa diam saja melihat kondisi pada saat itu.

"Kami memutuskan membagikan masker untuk menyelamatkan masyarakat," ungkapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia