Merapi Bergejolak, Warga Boyolali Mulai Mengungsi

Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Dam Sabo Kali Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, Minggu (12/4/2020). - ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
18 November 2020 21:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI--Puluhan warga Dukuh Sepi yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Merapi akhirnya mau dievakuasi mengungsi ke tempat yang lebih aman, di Tempat Penampungan Pengungsian Sementara (TPPS) Balai Desa Jrakah, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Warga Dukuh Sepi dan Kajor di Desa Jrakah awalnya belum mau dievakuasi sejak Merapi dinaikkan statusnya dari waspada ke siaga, tetapi setelah ada sosialisasi, kemudian mau diungsikan di TPPS, desa setempat, pada Selasa (17/11/2020) malam, kata Kepala Desa Jrakah Tumar di Jrakah Kecamatan Selo, Boyolali, Selasa.

Jumlah warga yang mengungsi asal Dukuh Sepi sebanyak 83 orang yang terdiri dari lansia 22 orang, balita 16 anak, disabilitas empat orang, anak-anak 11 anak, dan dewasa 30 orang. Mereka di tempat pengungsian tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Warga Dukuh Sepi dievakuasi oleh sukarelawan dan anggota Brimob dari kampung ke TPPS Balai Desa Jrakah yang lebih aman dari bencana erupsi. Sebelumnya, warga tersebut tidak mau dievakuasi ke TPPS," kata Tumar.

Namun, kata Tumar, setelah mendapat pengarahan sosialisasi dari petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yogyakarta, terkait bahaya erupsi Merapi, warga akhirnya mau diungsikan ke TPPS.

Kendati demikian, kata Tumar, sebagian warga hingga saat ini masih bertahan di rumah masing-masing. Mereka mayoritas anak muda atau usia produktif tetap melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa sebagai petani sayuran di ladang.

Selain itu, para pemuda dan orang tua yang masih bertahan di atas atau Dukuh Sepi juga harus mencarikan pakan untuk ternaknya.

Tim Siaga Desa (TSD) Jrakah bersama relawan juga sedang melakukan proses evakuasi warga di Dukuh Kajor untuk diungsikan ke TPPS Balai Desda Jrakah. Namun, jumlah warga yang rentan masih dalam pendataan di lokasi dukuh.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan jumlah warga yang mengungsi di Boyolali terus bertambah. Selain asal Desa Tlogolele, Klakah dan kini Jrakah ada 83 orang kelompok rentan yang diungsikan ke TPPS desa setempat.

Menurut Bambang Sinungharjo jumlah tersebut masih akan bertambah karena warga Desa Jrakah yang masuk KRB III ada Dukuh Sepi dan Kajor. Informasi terakhir, proses evakuasi masih berlangsung di Dukuh Kajor, yang masuk rentan mencapai sekitar 100 orang.

Jumlah pengungsi di TPPS Desa Tlogolele asal warga Dukuh Stabelan, Takeran dan Belang sebanyak 183 orang, TPPS Desa Klakah asal warga Dukuh Sumber, Bakalan dan Klakah Duwur 213 orang. Sedangkan, TPPS Desa Jrakah asal Sepi sebanyak 83 orang, sehingga total sementara 479 orang masuk kelompok rentan.

Menurut Bambang, Sinuharjo berdasarkan rapat di BPPTKG Yogyakarta, status Gunung Merapi saat ini, masih siaga atau level III. Namun,, Merapi memang ada peningkatan aktivitas.

Jika status Merapi sudah dinaikkan menjadi awas, semua warga yang ada di KRB III Merapi harus mengungsi seluruhnya. Pemerintah dengan pemerintah desa dan masyarakat, jika Merapi status awas, mau tidak mau wajib hukumnya di KRB III untuk mengungsi.

Sumber : Antara