Masalah Administrasi, Kapten Arsenal Terpaksa Tidur di Lantai Bandara Gambia

Striker dan kapten Timnas Gabon Pierre-Emerick Aubameyang Gabon. - Antara/Reuters
17 November 2020 08:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Skuat Timnas Gabon, termasuk kapten dan penyerang Pierre-Emerick Aubemeyang, terpaksa menghabiskan malam dengan tidur di lantai bandara menjelang pertandingan penting kualifikasi Piala Afrika melawan Gambia.

Aubameyang, yang sehari-hari mengenakan ban kapten Arsenal, menggunakan media sosial untuk menyoroti penderitaan mereka setelah tiba di Bandara Banjul pada Minggu (15/11/2020), menjelang pertandingan Grup D, Senin (17/11/2020) tengah malam WIB, di ibu kota Gambia.

Tim Gabon diberi tahu bahwa mereka tidak diizinkan meninggalkan bandara karena masalah administratif dan terpaksa tidur di lantai sebelum diperbolehkan pergi pada paginya setelah intervensi pemerintah.

Tidak ada alasan yang diberikan atas tidak diizinkannya tim keluar bandara dan menuju ke hotel mereka setelah kedatangan dan bahkan menurut standar permainan dalam sepak bola Afrika sebelumnya, hal ini tidak biasa. Federasi Gabon mem-posting foto insiden tersebut di halaman Facebook mereka, tetapi tanpa komentar.

"Kerja bagus CAF [Konfederasi Sepak Bola Afrika], ini seolah-olah kita kembali ke tahun 1990-an," tulis Aubameyang pada Twitter mengacu pada kelemahan sebelumnya yang menyalahkan organisasi tersebut.

"Ini tidak akan menurunkan motivasi kami, tapi orang perlu tahu dan CAF harus bertanggung jawab. (Ini) 2020 dan kami ingin Afrika tumbuh tapi ini bukan cara kami mencapai ke sana," ujar Aubameyang.

Gabon memuncaki klasemen sementara grup, 3 poin di atas Gambia, yang sedang berusaha mencapai putaran final Piala Afrika untuk pertama kalinya. Dua tim teratas pada grup– yang juga beranggotakan Angola dan Republik Demokratik Kongo (dahulu Zaire)—maju ke putaran final di Kamerun pada awal 2022.

Sumber : Antara/Reuters