Sesalkan Kasus Rizieq, Mahfud Minta Tokoh Agama Beri Contoh Patuh Protokol Kesehatan

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/2/2020). - Antara
16 November 2020 15:57 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Terjadinya pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan pesta pernikahan putri pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi SAW di Petamburan Jakarta Pusat mengundang reaksi publik. Menteri Koodinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

Mahfud MD pun mengimbau kepada para pemuka agama agar memberikan contoh yang baik kepada umatnya.

“Khusus kepada tokoh agama, tokoh masyarakat diharapkan memberikan contoh dan teladan kepada semua warga agar mematuhi protokol kesehatan,” kata Mahfud dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Kemenko Polhukam, Senin (13/11/2020).

Baca juga: Cegah Covid-19, Ribuan Santri Ponpes di Bantul Akan Di-rapid Test

Lebih lanjut, Mahfud menilai pelanggaran-pelanggaran tersebut bisa membuyarkan semua upaya pemerintah dan pihak terkait lainnya, termasuk masyarakat, dalam 8 bulan memerangi Covid-19.

Bahkan, dia menyebut orang-orang yang sengaja melakukan kerumunan massal tanpa mengindahkan protokol kesehatan berpotensi menjadi pembunuh potensial terhadap kelompok rentan.

“Orang yang sengaja melakukan kerumunan massal tanpa mengindahkan protokol kesehatan berpotensi menjadi pembunuh potensial terhadap kelompok rentan,” imbuhnya.

Baca juga: Masjid di Sragen Ini Sediakan Hotel Kapsul untuk Musafir, Ada Sarapan Pagi Juga

Terkait pelanggaran protokol kesehatan di Ibu Kota, Mahfud mengingatkan Pemprov DKI Jakarta serta aparat keamanan untuk tegas dalam menindak para pelanggar protokol kesehatan. Hal yang sama pun berlaku juga bagi kepala-kepala daerah lainnya.

Menko juga memastikan bahwa para aparat keamanan yang tidak tegas dalam menindak pelanggar protokol kesehatan akan mendapatkan sanksi.

Sumber : Bisnis.com