Debat Putaran Kedua Pilkada Kota Magelang, Prinsip Saling Mengisi Disorot

Debat calon wali kota dan calon wakil wali kota Magelang putaran kedua digelar KPU Kota Magelang pada Jumat (13/11/2020) malam. - Ist/ tangkapan layar Youtube KPU Kota Magelang
14 November 2020 11:07 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Debat calon wali kota dan calon wakil wali kota Magelang putaran kedua digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang pada Jumat (13/11/2020) malam.

Debat kedua ini berjalan lebih tenang dibanding debat pertama yang digelar pada 20 Oktober lalu. Namun, dalam debat ini ada hal menarik yakni pasangan calon nomor urut dua, Aji Setyawan dan Windarti Agustina mencontohkan prinsip berbagi dan saling mengisi dalam menjawab pertanyaan.

Di awal acara, saat diberi kesempatan memaparkan visi misi, pasangan nomor urut satu yakni hanya calon wali kota yang berbicara yakni M. Nur Aziz. Durasi waktu tiga menit dihabiskannya untuk memaparkan visi misinya sedangkan calon wakil wali kota pasagannya M. Mansyur tidak berbicara.

Baca juga: Menarik, Para Calon Saling Uji Kepintaran Lawan dalam Debat Pilkada Kota Magelang

Adapun pasangan calon nomor urut dua, Aji Setyawan dan Windarti, dua-duanya berbicara. Di tengah durasi tiga menit yang diberikan, Aji Setyawan memberikan kesempatan pada Windarti untuk meneruskan memaparkan visi dan misi mereka. Dengan demikian, durasi tiga menit dimanfaatkan keduanya untuk bekerjasama saling melengkapi paparan mereka.

Seusai paparan tersebut, moderator Andromeda Mercury kemudian menyatakan bahwa semua pasangan calon tersebut bisa berbagi waktu dalam menjawab pertanyaan, seperti yang dilakukan oleh Aji-Windarti. "Pasangan bisa saling mengisi untuk menjawabnya," kata Andromeda.

Hal ini rupanya ditiru oleh pasangan nomor urut satu Aziz-Mansyur saat menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Aziz kemudian memberikan kesempatan pada wakilnya untuk ikut menjawab dengan durasi waktu yang ada.

Debat malam tadi bertema Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik. Dalam visi misinya, calon wali kota nomor urut satu, Aziz memaparkan Magelang kota kecil namun memiliki potensi luar biasa. Kota Magelang membutuhkan pemimpin yang bisa melakukan perubahan, menyawiji dengan masyarakat dan birokrasi.

"Kami akan memberikan perubahan, sebelum melakukan pelayanan publik yang baik dan reformasi birokrasi. Kami akan melakukan perubahan mental bagi aparatur negara, kami tidak akan mendikte tetapi motivasi, aparat akan menyawiji dengan pemimpinnya," paparnya.

Adapun calon wali kota nomor urut dua, Aji Setyawan memaparkan visi misinya mewujudkan reformasi birokrasi demi pemerintah bersih, transparan dan berwibawa. "Meratakan pembangunan yang inklusif dan modern untuk pemerataan, mendidik masyarakat yang berdaya saing dan bermental tangguh," katanya.

Baca juga: Aji-Windarti Nomor Urut 2 di Pilkada Kota Magelang: Artinya Victory dan Saranghae

Selanjutnya, calon wakil wali kota pasangannya, Windarti, menambahkan program unggulan mereka adalah pengembangan kota cerdas, prasarana kota berbasis aksesibilitas untuk semua, pemerataan pertumbuhan dan ekonomi, pemerintahan yang responsif dan inovatif.

"Pemerataan pemenuhan pangan, akselerasi penurunan kemiskinan secara terpadu, pengurangan pengangguran, peningkatan destinasi pariwisata sehingga Kota Magelang menjadi kota cerdas dan maju," katanya.

Pada segmen selanjutnya, moderator membacakan pertanyaan dari panelis, yakni tentang dampak pandemi Covid-19 yang berdampak bisa dikerjakannya pekerjaan di Kota Magelang oleh warga di luar daerah melalui pelayanan jarak jauh. Pasangan calon nomor urut dua diberi kesempatan menjawab terlebih dahulu.

Aji Setyawan mengatakan sesuai visi, ia ingin mewujudkan Magelang sebagai kota cerdas karena sekarang ini era digitalisasi. "Pandemi salah satu ujian berat. Kami akan selalu mengembangkan teknologi sebagai instrumen pelayanan untuk penyelesaian pekerjaan," katanya.

Windarti menambahkan warga Magelang tidak perlu khawatir karena sudah punya platform Magelang Cerdas, dan wakil wali kota petahana ini mengungkapkan pihaknya telah mengembangkana aplikasi ASN cermat, sehingga ASN dapat WFH.

"Semestinya menghadapi era 4.0, perlu inovasi di seluruh komponen, OPD sudah pandai manfaatkan teknologi informasi, sudah ada internet gratis untuk warga. Ke depan kami akan programkan internet gratis semua RW," katanya.

Adapun calon nomor urut satu, Aziz mengatakan akan menjaga serangan dari pihak luar yang akan mengambil alih pekerjaan masyarakat Magelang. "Kita akan mendorong warga magelang jadi start up baru dengan stimulan dengan perubahan. Gunakan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk semuanya untuk melindungi warga," katanya.

Selanjutnya, pasangannya, Mansyur menambahkan pihaknya akan berupaya mengadakan perubahan yang signifikan. "Pertama diklat untuk para calon pekerja terutama teknologi informasi, informasi dibuka seluasnya dengan informasi terpadu, one day service. Jadi harus lebih cerdas daripada daerah lain," katanya.

Pertanyaan dalam debat tersebut dirumuskan oleh tiga praktisi yakni Eniarti (Direktur Utama RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang), Suliswiyadi (Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang) dan Prof. Mukh Arifin (Rektor Universitas Tidar Magelang).

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Magelang berharap masyarakat menyimak dan mencermati program strategi dua pasang calon tersebut, sebab mereka yang akan memimpin Kota Magelang lima tahun ke depan. "Kami menyajikan, masyarakat Kota Magelang yang menentukan," katanya.