Menarik, Para Calon Saling Uji Kepintaran Lawan dalam Debat Pilkada Kota Magelang

Suasana debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang putaran pertama, Kamis (22/10/2020) malam. - Ist/Tangkapan layar Youtube KPU Kota Magelang
23 Oktober 2020 08:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Debat publik perdana pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang digelar pada Kamis (22/10/2020) malam. Meski KPU menegaskan dalam debat ini tidak untuk adu pintar, namun dalam perjalanan debat, kedua pasangan calon tampak menunjukkan kepintarannya dan menguji kepintaran lawannya.

Hal ini seperti dilakukan calon wakil wali kota nomor urut dua, Windarti Agustina. Windarti yang merupakan petahana Wakil Wali Kota Magelang ini menguji pengetahuan wakil wali kota lawannya dengan pertanyaan tentang TKPKD. "Wakil wali kota akan menjadi Ketua TKPKD. Apa yang Anda ketahui tentang TKPKD, dan apa yang akan dilakukan Anda nanti?" tanya Windarti di segmen empat, yakni saat masing-masing calon saling bertanya tentang isu aktual.

Calon wakil wali kota nomor urut satu, M. Mansyur tidak langsung menjawab. Namun, ia mengembalikan pertanyaan itu dengan menyanyakan kepanjangan dari TKPKD. Ia berkilah singkatan bisa memiliki arti yang berbeda-beda. "Singkatan itu artinya bisa berbeda-beda, premisnya bisa berbeda. Yang Anda maksud yang mana?" tanyanya.

Baca juga: Aji-Windarti Nomor Urut 2 di Pilkada Kota Magelang: Artinya Victory dan Saranghae

Windarti pun langsung menjelaskan bahwa TKPKD yang ia maksud adalah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Ketua TKPKD di suatu daerah adalah wakil kepala daerah setempat. Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, baru M. Mansyur menjawabnya.

Menurut Mansyur, penanggulangan kemiskinan harus tangani dengan serius. Angka kemiskinan di Kota Magelang 7,46% melebihi target RPJMD Kota Magelang yang ditetapkan sekitar 6,65%. "Ke depan harus dituntaskan, diturunkan. Caranya perlu didata valid, berikan bimbingan yang jelas, bantu permodalan dan PKH," paparnya di detik-detik terakhir durasi menjawab.

Selanjutnya, sebagai balasan, Mansyur bertanya kepada Windarti tentang fasilitas dancing fountain (air mancur menari) di Alun-Alun Kota Magelang. "Dancing fountain dibangun dengan dana Rp4 miliar. Apakah korelasi, dampak positif untuk kesejahteraan warga Kota Magelang? Memang masyarakat terhibur, tapi adakah dampak pada kesejahteraannya?" tanya M. Mansyur.

Baca juga: Aji-Windarti Kedua Kalinya Mendaftar ke KPU Kota Magelang, Berkas Dinyatakan Lengkap

Menanggapi pertanyaan tersebut, Windarti langsung memberikan penjelasan tegas tentang dampak luas dari dancing fountain. Ia mengungkapkan fasilitas hiburan ini memiliki multiplier effect dimulai dari penataan PKL Kota Magelang yang langsung terimbas. PKL di kawasan Alun-Alun ditata, mereka menjadi ramai oleh warga yang menonton air mancur tersebut.

Warga yang hadir tidak hanya menikmati kuliner, tetapi anak-anak juga menggunakan jasa melukis dan mewarnai. "Paguyuban PKL langsung menikmati adanya dancing fountain yang diputar bakda Isya. Tidak perlu jauh-jauh [untuk mendapatkan hiburan] tetapi cukup di Alun-Alun, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kami juga sudah menambah tempat cuci tangan. Alun-Alun menjadi pusat ekonomi dan perputaran ekonomi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," papar Windarti.

Adapun calon wali kota nomor urut satu, Muchammad Nur Aziz menanyakan tentang kebijakan lawannya, Aji Setyawan terkait kebijakan untuk organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Magelang. "Bagaimana kebijakan untuk mengelola RSU Tidar dan Universitas Tidar yang sudah menjadi universitas negeri dan bagaimana pengelolaan wisata. Bagaimana tingkatkan PAD dengan kondisi Magelang yang sedang tertekan pandemi?" tanyanya.

Baca juga: Pilkada Kota Magelang: Aziz Mansyur Nomor Urut Satu, Aji-Windarti Nomor Dua

Menanggapi pertanyaan tersebut, Aji Setyawan mengungkapkan RSUD Tidar adalah perusahaan daerah dan kewajiban Pemda adalah penyertaan modal. Ia akan melakukan kewajiban itu sesuai kemampuan keuangan.

Adapun untuk Untidar, ia memiliki program untuk mengupayakan peningkatan kualitas SDM dengan pendidikan gratis anak-anak di Kota Magelang hingga bangku kuliah. "Nanti didata, dari kelurahan mana yang siap kuliah. Kami akan kerjasama dengan Untidar untuk pelaksanaannya," jelas Aji.

Ia juga mengungkapkan ingin melanjutkan apa yang sudah bagus di pemerintahan sebelumnya. Menurutnya SDM di Pemerintahan Kota Magelang sudah luar biasa. "Banyak yang lulusan luar negeri, mereka bertugas di sini karena mencintai Kota Magelang. Pengawasan keuangan juga sudah bekerjasama dengan BPK, jadi tidak serta merta dan tidak semena-mena," jelas calon wali kota nomor urut dua tersebut.

Muchammad Nur Aziz mengungkapkan RSU Tidar menurutnya kekurangan dokter ahli. Padahal jika ditempatkan dokter-dokter ahli, akan menjaring lebih banyak pasien bahkan dari luar daerah, mengingat saat ini RS di Jogja sudah panjang antrean pasiennya. "Dalam bidang pariwisata, perlu ada revitalisasi jangan memakai paradigma yang lalu," tambahnya.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Periyanto Amron berharap debat putaran pertama ini bukan untuk adu pintar atau adu argumen. Tetapi menyampaikan, menjelaskan visi misi program 5 tahun ke depan yang akan membawa kemakmuran warga Kota Magelang.

"Kami berharap debat ini membawa manfaat bagi kita semua. Kami harapkan masyarakat Kota Magelang memperhatikan, mendengarkan, mencermati. KPU menyajikan, masyarakat yang akan menentukan," katanya.

Kegiatan debat ini dipandu oleh moderator Andromeda Mercury, dan dilaksanakan di hotel di Kota Magelang. Kegiatan debat dilaksanakan tertutup hanya dihadiri pasangan calon, ketua tim sukses dan KPU Kota Magelang. Pendukung calon tidak diperbolehkan datang, namun mereka difasilitasi ikut serta secara virtual.