Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Bupati Magelang Zaenal Arifin. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY meningkat sehingga status dinaikkan menjadi Siaga. Akibatnya, warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III mulai diungsikan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang terus mempersiapkan tempat-tempat pengungsian bagi warga dari KRB III. Proses pengungsian telah berlangsung sejak Jumat (6/11/2020). Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan pihaknya terus menyiapkan lokasi pengungsian dan evakuasi warga. Karena situasi masih pandemic Covid-19, maka penerapan protokol kesehatan akan selalu dikedepankan dalam mempersiapkan tempat-tempat pengungsian.
“Pokoknya semuanya kita siapkan untuk menampung para pengungsi apabila memang mereka harus turun. , karena situasi masih Pandemi, maka penerapan protokol kesehatan akan selalu dikedepankan dalam mempersiapkan tempat-tempat pengungsian dengan mendirikan bilik atau sekat-sekat untuk mengurangi resiko penularan Covid-19. Bilik-bilik tersebut akan dipergunakan bagi satu keluarga saja,” katanya, Senin (9/11/2020).
Baca juga: Merajut Mimpi Enam Bupati di Jateng Selatan & DIY
Tempat pengungsian warga ini di antaranya menggunakan fasilitas sekolah, Tempat Evakuasi Akhir (TEA), dan bangunan pemerintah
Adapun terkait dengan pendidikan bagi anak-anak yang berada di pengungsian, semuanya juga telah dipersiapkan yakni tetap melalui online/daring. Selain itu juga akan dilakukan pelayanan trauma healing bagi anak-anak agar tidak merasa bingung.
"Pendidikannya tetap dilakukan dari jarak jauh atau daring dan juga nanti ada trauma healing secara langsung untuk memberikan hiburan kepada mereka," tambahnya.
Terkait aktivitas penambangan di Gunung Merapi, Zaenal mengatakan bahwa, sesuai dengan rekomendasi dari BPPTKG KRB III (radius 0-10 Km) dari puncak Merapi ini harus dihentikan meskipun kewenangannya berada pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Gunung Merapi Terpantau Mengalami Guguran, Ini Penjelasan BPPTKG
"Rekomendasi BPPTKG kepada kami itu ada tiga hal, kami diminta untuk tiga desa kemarin itu untuk mengungsi, kemudian pemerintah provinsi soal tambang di KRB III harus dihentikan, dan soal tempat pariwisata yang berada di KRB III juga harus ditutup, salah satunya adalah Ketep Pass," jelasnya.
Untuk diketahui, sedikitnya ada 13 daya tarik wisata yang masuk dalam KRB III yang harus ditutup sementara diantaranya, Ketep Pass, Air Terjun Kedung Kayang, Wisata Alam Jurang Jero, dan Jembatan Gantung Jokowi.
"Pokoknya semua tempat wisata yang ada di KRB III wajib untuk ditutup sementara mulai tanggal 7 November 2020, suratnya sudah mulai aktif," jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto menyebutkan total jumlah pengungsi sampai Senin pukul 17.00 WIB sebanyak 812 jiwa di sembilan titik pengungsian. Mereka berasal dari empat desa di KRB III Merapi, meliputi Desa Paten, Krinjing, Ngargomulyo dan Keningar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Fabio Quartararo resmi tinggalkan Yamaha ke Honda. Juara dunia 2021 ini butuh perubahan total, dari motor hingga mental.
Chelsea menjadi klub paling boros di Premier League 2026/27 dengan belanja Rp7,85 triliun dari total Rp51,84 triliun.
Harga tiket Maroon 5 Jakarta 2027 mulai Rp1,25 juta. Simak jadwal presale, general sale, kategori tiket, dan biaya tambahannya.
Meta digugat 29 negara bagian AS karena bikin anak kecanduan. Denda bisa Rp 25 kuadriliun. Instagram disebut narkoba dalam sidang.
Film animasi China Niu Lai viral karena visualnya dikritik. Setelah ramai di internet, pendapatannya menembus Rp76,5 miliar.