Keamanan Calon Jemaah Umrah Jadi Perhatian Utama di Tengah Pandemi Covid-19

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
05 November 2020 13:37 WIB Herlambang Jati Kusumo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pengusaha perjalanan umrah dan haji di DIY mengharapkan kesiapan matang dalam pembukaan kembali umrah agar jemaah juga merasa aman.

Ketua Forum Pengusaha Umroh Haji Yogyakarta, Tanto, mengatakan pembukaan kembali perjalanan umrah di tengah pandemi Covid-19 saat ini masih dalam tahap uji coba. Pihaknya pun sudah mengirimkan tim untuk mengetahui dan memastikan prosedur yang harus dipenuhi seperti apa untuk jamaah.

“Masih sangat terbatas sekali. Harapan kami nanti ditemukan pola yang terbaik. Masyarakat mungkin sudah kangen, itu baik kangen beribadah. Tapi tidak boleh membahayakan masyarakat juga, di sana kan bertemu dengan orang dari berbagai negara, kebiasaan seperti apa tidak tahu,” ucap Tanto, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya untuk saat ini masih ada sejumlah penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan, seperti tes PCR atau swab, isolasi, pengisian aplikasi Eatmarna, dan sejumlah penyesuaian lainnya.

“Aplikasi itu kan hanya untuk satu kali masuk Masjidil Haram, umrah dan salat. Setelah itu tidak bisa masuk. Bisa masuk setelah 14 hari lagi. Padahal paket biasanya kan lima hari empat malam, jamaah biasanya kan anytime mau baca Al-Qur’an, doa, apakah mereka nyaman nanti, dengan penyesuaian itu,” ucapnya.

Kepala cabang PT. Iman Arafah Travel, Muhammad Zubad mengatakan masih mempertimbangkan dua rencana. Pertama, memberangkatkan jamaah yang memenuhi syarat umrah new normal. Kedua, menjadwal ulang keberangkatan umrah sampai normal kembali.

Ia berharap kepada pemerintah untuk tidak juga terburu-buru dalam memutuskan kebijakan, agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY, Hery Setyawan menekankan kehati-harian agar tidak menimbulkan masalah baru. Protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar diperhatikan.

Setidaknya 3M harus selalu dijalankan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Tiga perilaku ini harus benar-benar diterapkan secara disiplin agar perjalanan ke lain wilayah tidak membawa masalah.