Bulan Depan, Bio Farma Datangkan 15 Juta Dosis Bulk Vaksin Sinovac

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. - Antara/Dhemas Reviyanto
28 Oktober 2020 22:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) akan menerima 15 juta dosis bulk vaksin Covid-19 dari perusahaan biofarmasi Sinovac Biotech Ltd. di China pada November 2020.

Dalam seminar virtual Vaksinasi COVID-19 di Indonesia: di Mana Peran Masyarakat?, Kepala Divisi Unit Klinik dan Imunisasi Bio Farma Mahsun Muhammadi mengatakan perusahaan sudah memesan 15 juta dosis bulk vaksin Covid-19.

"Saat ini posisinya untuk bulan November 2020 ini 15 juta dosis bulk," katanya Rabu (28/10/2020), seperti dikutip dari Antara.

Dosis bulk tersebut tersebut merupakan bahan baku yang akan diolah oleh Bio Farma di Indonesia menjadi vaksin siap guna untuk dapat didistribusikan dan diberikan ke masyarakat. Izin penggunaan vaksin Sinovac tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pada saat ini, Bio Farma sudah meningkatkan kapasitas produksi untuk vaksin Covid-19 sebesar 250 juta dosis per tahun.

Sementara itu, vaksin Covid-19 produk jadi dari Sinovac akan dikirim sebanyak masing-masing 1,5 juta dosis untuk November dan Desember 2020 ke Indonesia. Namun, penyuntikan vaksin jadi tersebut akan menunggu persetujuan dari Badan pengawas Obat dan Makanan.

Mahsun menuturkan vaksin Covid-19 tersebut harus ditangani secara khusus diantaranya bahwa vaksin tidak boleh dibekukan, penyimpanan vaksin pada suhu 2-8 derajat Celcius, dan vaksin tahan enam jam setelah dibuka.

Mahsun menuturkan dalam pemilihan vaksin Covid-19, ada sejumlah pertimbangan antara lain vaksin harus aman, berkhasiat atau mampu menimbulkan antibodi, dan bermutu.

"Harga vaksin harus terjangkau, sudah masuk uji klinik fase 3, sesuai untuk penduduk Indonesia, dan dengan biaya distribusi rendah," katanya.

Vaksin COVID-19 juga hanya boleh menimbulkan efek samping yang dapat ditoleransi. Pemilihan vaksin COVID-19 juga memperhatikan aspek kemudahan proses distribusi dan penyimpanan terkait dengan suhu vaksin, katanya.

Dalam kerja sama dengan Sinovac, Mahsun menuturkan ada transfer teknologi sehingga vaksin dapat diproduksi di Indonesia. Transfer teknologi sudah dilakukan pada September 2020 termasuk tentang pengendalian mutu (quality control).

Uji klinik fase 3 untuk vaksin yang dikembangkan Sinovac itu diadakan di sejumlah negara yakni Brazil dengan 8.870 relawan penerima vaksin, Indonesia dengan 1.620 orang, Chili dengan 4.000 orang, Turki dengan 13.000 orang, dan Bangladesh dengan 4.000 orang. Total rencana ada 31.490 orang yang menerima vaksin tersebut.

Sinovac telah menyelesaikan uji klinis fase 3 di beberapa tempat termasuk di Brazil. Adapun, uji klinis fase 3 di Indonesia dimulai Agustus 2020 dan ditargetkan selesai pada Januari 2021.

Sumber : Antara