Pilpres AS 2020: Biden Sorot Kegagalan Trump

Joe Biden dan Donald Trump bersaing keras meraup suara terbanyak di Pilpres AS 2020. - Istimewa
19 Oktober 2020 09:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saling serang antara Presiden Donald Trump dan saingannya Joe Biden kian keras 15 hari  menjelang pemungutan suara Pilpres AS 2020 di sejumlah negara bagian basis pemilih mereka.

Trump, yang berjuang untuk memulihkan kekalahannya dalam berbagai jajak pendapat, terbang  dari Nevada ke California dan kemudian kembali ke Nevada untuk melakukan penggalangan suara sebelum berangkat ke Arizona pada hari ini.

Dia juga akan berkampanye pada akhir pekan di Pennsylvania dan North Carolina. Perbedaan agama antara Trump yang menganut Kristen dan Biden yang Katolik turut mewarnai kampanye mereka. Meski jarang ke gereja, Trump mendatangi Gereja Kristen Evangelis di Las Vegas untuk ikut misa bersama.

BACA JUGA : Dwayne Johnson 'The Rock' Dukung Joe Biden di Pilpres AS

Adapun, Biden menghadiri misa bersama istrinya Jill di gereja mereka dekat Wilmington, Delaware, sebelum berjalan ke luar untuk mengunjungi kuburan seorang pria yang meninggal karena kanker otak pada 2015 seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (19/10/2020).

Dengan membatasi jadwal kampanyenya sendiri karena kekhawatiran pandemi, Biden yang berusia 77 tahun kemudian terbang ke Carolina Utara untuk mengikuti dua acara.

Biden dan Trump bekerja keras untuk membangkitkan basis politik mereka dan menarik sejumlah kecil pemilih yang masih ragu-ragu.

Trump kembali menyampaikan tuduhan bahwa Biden bersama putranya, Hunter Biden terlibat bisnis dan membantu para pejabat koruptor di Ukraina.

BACA JUGA : Taylor Swift Dukung Joe Biden di Pilpres AS

Dia menyebut hal itu sebagai "fakta yang terbukti". Pernyataan Trump ditimpali oleh para pendukungnya agar mantan wakil presiden itu diborgol.

Sedangkan Biden kembali menyoroti kegagalan Trump dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Lebih dari 230 ribu warga AS meninggal dunia akibat wabah yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Dia mengatakan bagaimana Trump akan bisa melindungi warga AS kalau dirinya sendiri juga terserang wabah mematikan itu.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia