Advertisement

Dahlan Iskan Berbagi Kisah Perjuangan Melawan Kanker Hati

Gloria Fransisca Katharina Lawi
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 20:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Dahlan Iskan Berbagi Kisah Perjuangan Melawan Kanker Hati Dahlan Iskan - Bisnis.com/Yusran Yunus

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN periode 2011-2014, membagikan kisah kesembuhannya dalam menghadapi kanker hati kepada penderita kanker di Indonesia.

Dalam sesi Instagram Live dengan CISC, Sabtu (17/10/2020) mengungkapkan bahwa pernah menderita kanker hati dan membutuhkan perjuangan untuk sembuh. Perjuangan tersebut dimulai dari pikiran sendiri.

Dahlan menuturkan bahwa penderita kanker harus berpikiran positif agar bisa sembuh. Saat didiagnosa menderita kanker hati, Dahlan sudah ada pada level kritis.

Sebelum didiagnosa kanker hati, Dahlan sudah lebih dahulu terinfeksi hepatitis B dan tidak diatasi sehingga menjadi sirosis hati. Penyakit itu menjadi lebih parah dan menjadi kanker hati. Alhasil ketika sirosis yang dideritanya bertambah kritis, dia mengalami muntah darah.

“Mungkin ada banyak penyebab sakit, salah satunya tentu pola hidup yang tidak sehat dan ada faktor genetik. Karena ibu dan beberapa keluarga saya mengalami hal yang sama,” ujar Dahlan.

Ketika terdeteksi bahwa kanker yang diderita sudah pada stadium akhir, Dahlan mengalami fase penolakan dan kemarahan yang umum seperti pasien kanker lainnya. Menurut dia, ada penyakit yang dia alami juga tak lepas dari minimnya edukasi pada masa lampau terkait risiko menderita kanker hati. Misalnya, kebersihan pangan hingga tidak ada vaksinasi kepada orang dengan risiko tinggi.

Kondisi yang belum ideal itu banyak membuat penderita kanker stres saat menerima kenyataan soal penyakit yang diderita. Apalagi, kanker hati termasuk silent killer karena tidak menunjukkan gejala apapun sehingga terkesan seseorang itu dalam keadaan sehat. Kondisi sulitnya menerima keadaan memicu stres dari pasien. Imbasnya, sejumlah jadwal dan strategi pengobatan pun melalui lebih banyak kendala.

“Semua penderita kanker pasti mengalami denial itu. Itu wajar, tetapi jangan berlama-lama. Harus kembali tenang dan segera mengambil keputusan,” tutur Dahlan.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Vakum 2 Tahun, Festival Keroncong kembali Digelar di Gunungkidul

Gunungkidul
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement