Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Masih Membawa Partikel Virus

Ilustrasi. - Freepik
17 Oktober 2020 20:47 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para Ilmuwan di China menyebut pasien Covid-19 yang sudah pulih masih membawa virus tersebut dalam volume tinggi.

Profesor Universitas Peking Zhang Yuanhang yang memimpin penelitian dan telah diterbitkan dalam Journal of Aerosol Science mengatakan pasien Covid-19 tersebut dites berulang kali negatif dengan usap tenggorokan, gambaran paru-paru mereka kembali normal, dan gejala seperti demam telah hilang. Akan tetapi setiap menit, beberapa dari mereka masih bisa menghembuskan ribuan partikel Sars-CoV-2. 

Sembilan pasien yang memenuhi persyaratan ini di kota Wuhan mengambil bagian dalam penelitian Zhang. Mereka diminta bernapas ke dalam selang selama lima menit. Kondensat napas dari dua pasien, satu berusia 71 tahun dan yang lainnya 81 tahun, dinyatakan positif, dengan satu orang menghasilkan sekitar 7.350 eksemplar virus corona baru per menit dan yang lainnya 7.770 eksemplar.

Menurut penelitian tersebut, jumlah ini sekitar 10 persen yang dihasilkan oleh beberapa pasien selama puncak penyakit mereka di Beijing, tetapi tetap saja jumlahnya sangat tinggi.

Masih belum jelas apakah strain virus yang dihembuskan itu menular atau tidak. Salah satu kemungkinannya adalah tes PCR hanya mendeteksi gen virus yang terfragmentasi daripada virus lengkap.

Studi tersebut dilakukan selama wabah intensif di China dan para peneliti mengatakan mereka tidak menguji apakah virus dapat menginfeksi dan bereplikasi di sel manusia karena keterbatasan sumber daya.

Seorang ahli epidemiologi pemerintah di Shanghai mengatakan gen virus corona, dalam asam ribonukleat beruntai tunggal, sangat tidak stabil. "Fragmen RNA terdegradasi dengan cepat sehingga kemungkinan partikel lrngkap virus ini bisa tinggi," kata peneliti yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Satu studi sebelumnya tentang virus corona yang dikumpulkan dari udara rumah sakit menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen partikel virus tetap menular.  Tapi pasien bisa bernafas lebih keras ke dalam tabung daripada biasanya, jadi seberapa serius risikonya masih agak tidak pasti," kata ilmuwan yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Tim Zhang juga mengumpulkan sampel dari lingkungan di bangsal rumah sakit yang menampung pasien yang pulih ini. Mereka menggunakan robot untuk mengumpulkan sampel udara di berbagai ruangan dan tempat umum. 

Dalam sampel positif, jumlah virus bervariasi dari 9 hingga 219 per meter kubik udara, dan hanya 3 persen sampel yang dikumpulkan dari permukaan lingkungan menghasilkan hasil positif. "Temuan ini menyiratkan bahwa kontak permukaan langsung, bahkan di daerah berisiko tinggi mungkin tidak mewakili jalur utama penularan,” kata mereka.

Para peneliti mengatakan mereka yakin virus yang masuk dari paru-paru pasien yang sembuh. Temuan mereka mengkonfirmasi penelitian sebelumnya oleh para peneliti di kota barat daya Chongqing yang menemukan strain virus utuh dari dalam paru-paru wanita yang telah pulih dari Covid-19 dan kemudian meninggal.

Di beberapa kota di China, otoritas kesehatan memiliki persyaratan tambahan untuk keluar dari rumah sakit, menurut dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Seorang dokter di Beijing berkata di rumah sakitnya pasie  tidak diizinkan pulang sampai tes kotoran mereka dinyatakan negatif Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia