Jokowi Targetkan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Selesai dalam 3 Bulan

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020). - Youtube Setpres
10 Oktober 2020 11:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Jokowi menargetkan aturan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bisa selesai dalam tiga bulan setelah diundangkan.

"Jadi setelah ini akan muncul PP dan perpres yang akan kami selesaikan paling lambat tiga bulan setelah diundangkan," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020).

Presiden menyatakan UU Cipta Kerja akan diikuti banyak sekali peraturan pemerintah dan peraturan presiden. Pemerintah pun membuka dan mengundang saran dari masyarakat.

BACA JUGA: Kepala BKN: Dampak Pandemi Covid-19 Akan Terasa Secara Permanen

"Pemerintah membuka dan mengundang masukan masukan dari masyarakat dan masih terbuka usulan-usulan dan masukan dari daerah-daerah," ujarnya.

Adapun, dalam UU Cipta kerja terdapat sembilan klaster yang diatur di dalamnya antara lain klaster Peningkatan Ekosistem Investasi, Klaster Ketenagakerjaan, Klaster UMKM dan Koperasi, Klaster Riset dan Inovasi, Kemudahan Berusaha, Klaster Perpajakan, hingga Pengenaan Sanksi.

BACA JUGA: Bank Dunia Pernah Ingatkan Indonesia Soal Dampak Omnibus Law

Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) mencatat, di klaster ketenagakerjaan yang banyak menuai kontroversi, bakal ada tiga sampai lima aturan dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) yang akan dirampungkan pada akhir Oktober.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa aturan-aturan tersebut akan menjadi peraturan pelaksana atas revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang tertuang dalam UU Cipta Kerja.

“Minimal akan ada 3 sampai 5 Peraturan Pemerintah yang disiapkan, akhir Oktober ini ditargetkan selesai,” katanya Menaker Ida.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia