Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Sejumlah warga melihat puing-puing pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, negara bagian Gujarat, India (12/6/2025). ANTARA/Xinhua/HO-UNI/aa. (UNI Handout via Xinhua)
Harianjogja.com, NEW DELHI—Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (Aircraft Accident Investigation Bureau/AAIB) melaporkan hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Air India AI-171, Sabtu (12/7/2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal pesawat naas itu menunjukkan bahwa kedua mesin pesawat Air India AI-171 mati di udara dalam hitungan detik setelah lepas landas.
BACA JUGA: Kronologi Pesawat Saudi Airlines Mendarat Darurat Setelah Mendapat Ancaman Bom
Menurut media India, laporan itu menyebutkan bahwa sebelum pesawat penerbangan AI-171 jatuh, tombol yang mengontrol aliran bahan bakar kedua mesin beralih dari posisi "RUN" ke "CUT OFF" dalam hitungan detik sehingga menyebabkan mesin pesawat berhenti beroperasi.
Rekaman suara di kokpit menunjukkan bahwa salah satu pilot bertanya, "mengapa kamu matikan?" dan pilot lainnya menjawab, "saya tidak melakukannya".
Laporan kecelakaan juga menunjukkan bahwa kedua tombol dikembalikan ke posisi "RUN", namun, saat mesin 1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan, mesin 2 tidak dapat pulih.
"Rekaman CCTV yang diperoleh dari bandara menunjukkan Ram Air Turbine (RAT) diaktifkan saat pendakian awal tak lama setelah lepas landas. Tidak ada aktivitas burung yang signifikan yang terlihat di sekitar jalur penerbangan. Pesawat mulai kehilangan ketinggian sebelum melewati dinding perimeter bandara," kata laporan itu.
Laporan itu menyebutkan bahwa RAT yang diaktifkan mengindikasikan kehilangan daya dan dorongan total pada pesawat.
Laporan juga menunjukkan bahwa pengaturan sayap dan posisi roda pendaratan normal pada saat kecelakaan. Laporan tersebut mengungkapkan fakta-fakta itu akan menjadi fokus utama untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India yang sedang menuju London jatuh pada 12 Juni tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, sekitar 17 kilometer di sebelah selatan Gandhinagar, ibu kota Gujarat, India barat.
Hanya satu dari 242 orang di dalam pesawat itu yang berhasil selamat, sementara 19 orang di darat juga dilaporkan tewas akibat kecelakaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.