Advertisement
Hasil Pemeriksaan Kecelakaan Pesawat Udara Air India, Kedua Mesin Mati di Udara Setelah Lepas Landas
Sejumlah warga melihat puing-puing pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, negara bagian Gujarat, India (12/6/2025). ANTARA/Xinhua/HO-UNI - aa. (UNI Handout via Xinhua)
Advertisement
Harianjogja.com, NEW DELHI—Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (Aircraft Accident Investigation Bureau/AAIB) melaporkan hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Air India AI-171, Sabtu (12/7/2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal pesawat naas itu menunjukkan bahwa kedua mesin pesawat Air India AI-171 mati di udara dalam hitungan detik setelah lepas landas.
Advertisement
BACA JUGA: Kronologi Pesawat Saudi Airlines Mendarat Darurat Setelah Mendapat Ancaman Bom
Menurut media India, laporan itu menyebutkan bahwa sebelum pesawat penerbangan AI-171 jatuh, tombol yang mengontrol aliran bahan bakar kedua mesin beralih dari posisi "RUN" ke "CUT OFF" dalam hitungan detik sehingga menyebabkan mesin pesawat berhenti beroperasi.
Rekaman suara di kokpit menunjukkan bahwa salah satu pilot bertanya, "mengapa kamu matikan?" dan pilot lainnya menjawab, "saya tidak melakukannya".
Laporan kecelakaan juga menunjukkan bahwa kedua tombol dikembalikan ke posisi "RUN", namun, saat mesin 1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan, mesin 2 tidak dapat pulih.
"Rekaman CCTV yang diperoleh dari bandara menunjukkan Ram Air Turbine (RAT) diaktifkan saat pendakian awal tak lama setelah lepas landas. Tidak ada aktivitas burung yang signifikan yang terlihat di sekitar jalur penerbangan. Pesawat mulai kehilangan ketinggian sebelum melewati dinding perimeter bandara," kata laporan itu.
Laporan itu menyebutkan bahwa RAT yang diaktifkan mengindikasikan kehilangan daya dan dorongan total pada pesawat.
Laporan juga menunjukkan bahwa pengaturan sayap dan posisi roda pendaratan normal pada saat kecelakaan. Laporan tersebut mengungkapkan fakta-fakta itu akan menjadi fokus utama untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India yang sedang menuju London jatuh pada 12 Juni tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, sekitar 17 kilometer di sebelah selatan Gandhinagar, ibu kota Gujarat, India barat.
Hanya satu dari 242 orang di dalam pesawat itu yang berhasil selamat, sementara 19 orang di darat juga dilaporkan tewas akibat kecelakaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Jelang Mudik Lebaran, DPUPKP Bantul Perbaiki 21 Ruas Jalan
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- 6 Rekomendasi Aplikasi Investasi Saham Terbaik 2026
- KPK Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026
- Jadwal Kereta Bandara YIA 14 Maret 2026, Tugu-Bandara
- Daftar Rute Trans Jogja Terbaru dan Tarifnya di DIY
- Jadwal SIM Keliling Bantul 14 Maret 2026 dan Biaya Perpanjangan
- Jadwal Bus DAMRI Bandara YIA 14 Maret 2026, Tarif Rp80.000
- Jadwal SIM Keliling Jogja Maret 2026, Ini Lokasi dan Biayanya
Advertisement
Advertisement







