Jumlah Pasien Covid-19 Kembali Naik Dua Digit Sepekan Terakhir

Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif Virus Corona. - Antara
29 September 2020 22:57 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pasien Covid-19 kembali naik dua digit selama sepekan terakhir, hingga 27 September 2020. Padahal, sebelumnya kasus mingguan telah melandai atau hanya mengalami kenaikan sebanyak satu digit.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa sepanjang 21-27 September 2020, kasus positif naik 16,4 persen dibandingkan satu pekan sebelumnya. Ada 5 provinsi menjadi kontributor utama, satu di antaranya DKI Jakarta yang telah menerapkan PSBB kembali sejak 14 September 2020.

Wiku mengatakan bahwa Jakarta pada periode 14-20 September 2020, tidak masuk dalam daftar 5 provinsi dengan penambahan kasus positif tertinggi dalam satu pekan. Selain Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah juga mengalami hal serupa.

“Artinya 4 daerah ini mengalami kenaikan kasus cukup signifikan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (29/9/2020).

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pada pekan lalu Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus baru mingguan tertinggi. Kemudian diikuti oleh DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah.

Adapun data lengkap penambahan kasus per pekan 5 provinsi tertinggi pada periode 14-20 September 2020 dan 21-27 September 2020 sebagai berikut:

Periode 14-20 September 2020 dibandingkan pekan sebelumnya:

1. Jawa Barat naik 594 (1.879 kasus menjadi 2.473 kasus)

2. Banten naik 492 (332 kasus menjadi 824 kasus)

3. Sulawesi Selatan naik 459 kasus (648 kasus menjadi 1.107 kasus)

4. Riau naik 311 kasus (1.196 kasus menjadi 1.507 kasus)

5. Papua naik 271 kasus (402 kasus menjadi 673 kasus)

Periode 21-27 September 2020 dibandingkan pekan sebelumnya:

1. Jawa Barat naik 1.726 kasus (2.445 kasus menjadi 4.171 kasus)

2. DKI Jakarta naik 1.002 kasus (7.369 kasus menjadi 8.371 kasus)

3. Kalimantan Timur naik 584 kasus (850 kasus menjadi 1.434 kasus)

4. Sumatra Barat naik 603 kasus (880 kasus menjadi 1.453 kasus)

5. Jawa Tengah naik 338 kasus (1.772 kasus menjadi 2.110 kasus)

Sumber : Bisnis.com