Kasus Positif Meningkat, Kemenkes Jamin Ketersediaan Obat Pasien Covid-19 di Seluruh Provinsi

Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic
23 September 2020 14:17 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan Pemerintah Indonesia terus berupaya menangani pasien terkonfirmasi positif dan melakukan pencegahan penularan lebih luas.

Kementerian Kesehatan terus berupaya menjamin pemenuhan kebutuhan obat untuk menghadapi pandemi Covid-19. Koordinasi intensif dengan Industri farmasi terus dilakukan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan obat-obatan.

Baca juga: Pemerintah Gratiskan Biaya Tes Swab untuk Tenaga Kesehatan

Sebagian besar obat tersebut telah diproduksi oleh industri farmasi nasional dan bahan bakunya telah masuk ke Indonesia sejak awal April 2020.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes Engko Sosialine Magdalene mengatakan hingga kemarin obat-obatan telah didistribusikan ke 746 rumah sakit di 34 provinsi.

“Sampai dengan 21 September 2020, obat untuk penanganan Covid-19 sudah didistribusikan ke 34 dinkes provinsi dan 746 RS,” ujarnya mengutip kterangan resmi Kemenkes, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Ketua PBNU Desak Penundaan Pilkada 2020: Agenda Politik Bisa Ditunda, Tapi Keselamatan Tidak

Tak hanya obat-obatan, Kementerian Kesehatan membantu ketersediaan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga untuk penanganan Covid-19, di antaranya dengan memberikan izin edar bagi perusahaan alat kesehatan.

Dia menuturkan bahwa selama pandemi, banyak pelaku usaha yang melakukan diversifikasi menjadi produsen Masker, APD (Gown), Surgeon’s Gloves, Ventilator, Thermometer IR, Transport Culture Medium, Dacron Swab, Rapid Test Covid-19 dan Hand Sanitizer.

Terlihat peningkatan signifikan jumlah produsen dari Februari 2020 sampai dengan 21 September 2020, yaitu produsen masker meningkat 707,69 persen, produsen APD (Gown) meningkat 4742,86 persen, produsen Surgeon’s Gloves meningkat 221,43 persen, produsen Rapid test Covid-19 meningkat 1.700 persen.

Kemudian, produsen Ventilator meningkat 228,57 persen, produsen Thermometer IR meningkat 600 persen, produsen Transport Culture Medium meningkat 800 persen, produsen Dacron Swab meningkat 500 persen, produsen hand sanitizer meningkat 955,56 persen dan industri Garment yang memproduksi APD sebanyak 103 Industri

“Kami mengharapkan dengan peningkatan jumlah produsen ini akan mampu mendukung ketersediaan masker, APD (Gown), surgeon’s gloves, ventilator, thermometer IR, transport culture medium, dacron swab, rapid test Covid-19 dan hand sanitizer di dalam negeri,” ujar Engko.

Sumber : Bisnis.com