Advertisement
Punya 1,3 Miliar Penduduk, India Distribusikan Vaksin Covid-19 Mulai 2021
Seorang ilmuwan menunjukkan sampel vaksin untuk melawan penyakit Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Para peneliti di negara-negara di dunia terus mengembangkan vaksin Covid-19. Vaksin untuk menangani Virus Corona bakal siap didistribusikan pada awal 2021 di India. Namun, untuk memastikan bisa diberikan ke 1,3 miliar penduduknya akan jadi tantangan besar dalam penanganan pandemi di sana.
Profesor Mikrobiologi Christian Medical College di Vellore India, Gagandeep Kang, mengatakan bahwa India meskipun menjadi tuan rumah untuk beberapa uji klinis vaksin terdepan, saat ini tidak memiliki infrastruktur yang memadai, bahkan untuk imunisasi bayi dan wanita hamil.
Advertisement
Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan Makin Banyak di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19
Waktu pemberian vaksin sendiri menjadi perdebatan panas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja, Presiden Donald Trump membantah seorang pakar kesehatan administrasi dengan mengatakan vaksin akan tersedia pada bulan Oktober.
Di India, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menjanjikan vaksin asli paling cepat pertengahan Agustus, klaim ini kemudian ditolak pemerintah dan badan penelitian medis.
Untuk negara sebesar India dan belum adanya tanda-tanda perlambatan penyebaran virus, vaksin yang cepat dan aman harus menjadi prioritas utama untuk Pemerintahan Modi. Sistem kesehatan India yang bobrok sudah mempersulit penanganan COvid-19 bahkan sebelum menjadi wabah, apalagi setelah menjadi pandemi.
Baca juga: Di Aceh, Langgar Protokol Kesehatan Disanksi Baca Alquran
Lockdown ketat yang diterapkan pada akhir Maret bahkan hanya menyebabkan kontraksi besar dalam perekonomian utama India dnegan produk domestik bruto (PDB) menyusut 23,9 persen dalam tiga bulan hingga Juni dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Pada akhir tahun kami akan punya data yang menunjukkan mana vaksin yang bisa bekerja dan mana yang tidak,” kata Kang, dilansir Bloomberg, Selasa (22/9/2020). Hingga Juli, Kang telah memimpin Komite Pemerintah India untuk mencari calon kandidat vaksin yang asli dan efektif.
Dia melanjutkan, apabila pihaknya bisa mendapatkan hasil baik pada akhir tahun, kemungkinan vaksin berpotensi bisa tersedia dalam jumlah kecil di paruh pertama 2021 dan jumlah yang lebih besar di paruh kedua.
Kang menyebutkan, seluruh kandidat vaksin yang disiapkan untuk India saat ini sudah masuk pengujian tahap 3, baik yang dibuat lokal maupun yang diuji oleh perusahaan farmasi negara-negara Barat, seluruhnya punya kans keberhasilan 50 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
Advertisement
Kios Pantai Sepanjang Gunungkidul Hampir Rampung, Siap Sambut Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prabowo Siapkan Taklimat Nasional soal Dampak Konflik Global
- Dishub Kulonprogo Ramp Check Bus Wisata Jelang Lebaran
- Terbaru, Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Selasa 10 Maret 2026
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 10 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Imsakiyah DIY Selasa 10 Maret 2026: Imsak, Subuh, dan Magrib
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Persib Bandung Hajar Persik Kediri 3-0, Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Advertisement
Advertisement








