Advertisement
Tower 4 Wisma Atlet Disiapkan untuk Lonjakan Pasien Covid-19
Suasana Wisma Atlet Kemayoran dilihat dari Danau Sunter, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Melihat tambahan kasus yang makin tinggi dan belum ada tanda-randa penurunan, Pemerintan berencana menambah kapasitas untuk merawat pasien Covid-19 tanpa gejala di tower 4 Wisma Atlet Kemayoran.
Kakesdam Jaya Donny Guntur mengatakan bahwa setelah membuka tower 5 pada Sabtu (12/9/2020) lalu, tower 4 juga bakal disiapkan untuk segera digunakan sebagai tempat isolasi mandiri. Sementara, rumah sakit darurat tetap tidak bertambah di tower 6 dan 7.
Advertisement
BACA JUGA : Jokowi Sebut Wisma Atlet Masih Kosong
“Yang direncanakan oleh RSDC, kalau yang di tower 4 perbaikan listrik masih belum, kira-kira satu sampai dua pekan lagi,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).
Rencananya, tower 4 akan digunakan untuk isolasi mandiri bagi pasien yang tak bergejala atau OTG, sama seperti tower 5. Donny menyebutkan kapasitasnya sebanyak 1.546 tempat tidur.
Penambahan kapasitas ini merujuk pada aturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menghapuskan aturan isolasi mandiri di rumah. Gubernur Anies Baswedan bahkan menegaskan bagi yang tidak mau isolasi mandiri akan dijemput paksa untuk dirawat di Wisma Atlet.
Donny menjelaskan isolasi mandiri di Wisma Atlet menjadi pengganti isolasi di rumah, terutama bagi yang tidak mampu memastikan isolasi mandiri berjalan dengan baik di rumah.
BACA JUGA : Tren Jumlah Pasien Baru Per Hari di Wisma Atlet Cenderung
“Sebelum ke Wisma Atlet mereka harus membawa rujukan dari puskesmas, surat keterangan tidak bisa melakukan isolasi mandiri, harus tanpa gejala, tidak ada komorbid, dan bisa melaksanakan kegiatan secara mandiri.”
Pasiennya berasal dari seluruh Jabodetabek, jadi tidak hanya yang punya KTP Jakarta saja yang bisa dibawa ke sana. Untuk rata-rata usia yang dirawat 16-50 tahun.
Sementara itu, Donny juga menyebutkan bahwa RSDC Wisma Atlet belum penuh, masih ada sekitar 38 persen kosong dan masih bisa menampung pasien Covid-19 yang bergejala ringan sampai sedang.
“Untuk rumah sakit mungkin masih perlu ruangan HCU [High Care Unit] ya, penambahan Citiscan dan radiologi juga mungkin, yang belum ada, ya nanti didata juga seperti apa kepentingannya,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Lebaran, Jalur Lurus dan Simpang Jadi Titik Rawan Kecelakaan di Bantul
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
- Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
- Meta PHK 700 Karyawan, Alihkan Fokus dari Metaverse ke AI
- Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
- Minuman yang Sering Dikira Sehat Ini Justru Bebani Jantung
- Harga Bahan Pokok di Bantul Stabil dan Bebas Penimbunan
- Banjir Mengepung Enam Desa di Batang, Warga Terjebak di Dalam Rumah
Advertisement
Advertisement







