Banggar DPR Beri 18 Rekomendasi ke Purbaya soal APBN 2025
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
Gunung Semeru erupsi. Antara/ist-PVMBG
Harianjogja.com, LUMAJANG—Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan di Kabupaten Lumajang dan Malang kembali meningkat pada Jumat pagi (27/3/2026). Dalam rentang waktu singkat, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat dua kali erupsi dengan kolom abu mencapai ketinggian hingga 1.000 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.27 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan timur laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyebut letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 168 detik.
Selang beberapa jam, erupsi kedua terjadi pada pukul 07.47 WIB. Kolom letusan terpantau mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut, dengan warna abu putih hingga kelabu dan arah sebaran ke timur laut.
“Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 140 detik,” ujarnya.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan sejumlah pembatasan aktivitas bagi masyarakat.
Zona Rawan Diperluas Warga Diminta Menjauh
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar area tersebut, warga juga tidak diperbolehkan mendekati sempadan sungai dalam radius 500 meter karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah juga dilarang karena berisiko terkena lontaran material pijar.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan seperti awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama.
Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau terus memantau perkembangan dan mematuhi rekomendasi petugas guna menghindari risiko bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.