Advertisement
Soroti Ketimpangan, Presiden Minta Kemenkes Rencanakan Tes Covid-19 Seluruh Provinsi
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (26/8/2020). - Antara/Umarul Faruq\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kementerian Kesehatan membuat rencana pemeriksaan guna mendeteksi penularan Covid-19 di seluruh provinsi setelah menyoroti ketimpangan hasil testing Covid-19 di seluruh provinsi di Indonesia.
"Yang berkaitan dengan testing, saya minta untuk urusan tes ini Kementerian Kesehatan saya minta dibuat desain perencanaan yang betul-betul yang baik," kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020), dalam sidang kabinet paripurna bertema "Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021."
Advertisement
Baca juga: Jokowi Ingatkan Warga Waspada Klaster Keluarga, Kantor Hingga Pilkada
"Jangan sampai yang saya lihat, ada provinsi yang sudah melakukan testing tinggi sekali tapi ada provinsi yang testingnya masih rendah sekali. Desain perencanaan harus betul-betul komprehensif," katanya dalam sidang kabinet yang dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju, dan pejabat negara terkait.
Menurut Presiden, desain perencanaan pelaksanaan tes Covid-19 komprehensif mencakup pendataan dan penyiapan laboratorium pemeriksaan serta penyediaan sarana-prasarana pemeriksaan di setiap provinsi.
Baca juga: Ahli Sebut Infeksi Virus Covid-19 Makin Lemah
"Perencanaan itu kita perlukan sehingga kelihatan nanti kasus-kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana dan strategi jejaring lab ini penting, bukan berdasar wilayah administrasi tapi sekali lagi, desain untuk perencanaan harus betul-betul ada dan harus disiapkan," katanya.
Presiden mengatakan pemerintah mengutamakan penanganan masalah kesehatan akibat pandemi COVID-19 karena bila masalah kesehatan sudah bisa ditangani maka kegiatan ekonomi bisa cepat dipulihkan.
"Kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi. Jangan sampai urusan Covid-19 belum tertangani dengan baik, kita sudah menstarter, restart, di bidang ekonomi, ini juga sangat berbahaya," kata Presiden.
Presiden sebelumnya menargetkan pelaksanaan 30.000 tes Covid-19 per hari, namun dengan sarana-prasarana pemeriksaan yang tersedia, target tersebut tak selalu terpenuhi.
Hingga Minggu (6/9/2020), jumlah akumulatif orang yang dikonfirmasi terserang Covid-19 di Indonesia mencapai 194.109 orang. Sebanyak 138.575 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 8.025 orang lainnya meninggal dunia.
Pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 sudah dilakukan pada total 2.433.752 spesimen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
- Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Guguran Lava Terjadi Ratusan Kali
- MotoGP COTA 2026 Dimulai, Berikut Jadwal Lengkapnya
- Rusia Stop Ekspor BBM, Harga Pertalite RI Terancam?
Advertisement
Advertisement








