Advertisement
Kasus Covid-19, Angka Kematian di Indonesia Lebih Tinggi dari Rata-Rata Dunia
Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia khususnya di perkotaan masih berada di atas rata-rata dunia. - Youtube
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Rata-rata angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia khususnya di perkotaan masih berada di atas rata-rata dunia, berdasarkan catatan Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan rata-rata kematian karena Covid-19 di dunia adalah 3,54 persen.
Advertisement
Berdasarkan acuan tersebut, dari total 98 kota di Indonesia, 48 kota di antaranya atau 49 persen sudah berada di bawah rata-rata dunia.
Baca juga: Pil Antivirus Merck Berpotensi Menjadi Obat Resmi Covid-19 Pertama
Sementara itu, 50 kota lainnya atau 51 persen masih di atas rata-rata dunia.
“Jadi ini masih banyak yang harus dikejar minimal sama dengan rata-rata dunia,” kata Dewi.
Sementara di kabupaten, sebanyak 254 kabupaten atau 61 persen sudah berhasil menekan angka kematian di bawah rata-rata dunia. Sedangkan, 132 kabupaten atau 32 persen di antaranya masih berada di atas rata-rata dunia.
“Secara angkanya sudah lebih baik dari yang ada di kota. Ini yang harus dikejar bagaimana orang yang sekarang sedang sakit, termasuk kasus aktif, bisa sembuh,” ujar Dewi.
Dia memaparkan, rata-rata angka kesembuhan dunia saat ini 68,12 persen, di Indonesia 51 kota kesembuhannya masih di bawah rata-rata dunia. Secara kabupaten ada 149 yang angka kesembuhannya di bawah rata-rata dunia.
Baca juga: Kasus Positif di Dunia Mencapai 24 Juta, Ini 15 Negara dengan Jumlah Kasus Tertinggi
“Angka kematian di perkotaan tinggi karena kepadatan penduduk dan jumlah kasus juga tinggi,” jelasnya.
Jumlah penduduk di Indonesia 55 persen di perkotaan, padahal jumlah perkotaan hanya seperlima jumlah kabupaten sehingga dari angka kasusnya pun tidak imbang.
“Selain itu juga berkaitan dengan densitas atau kepadatan penduduk per kilo meter persegi. Jadi di kota kalau satu orang tertular bisa menularkan ke lebih banyak orang daripada di desa,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sidang E-Court, Gugatan Cerai Atalia-Ridwan Kamil Segera Diputus
- Kuba dan Kolombia Kecam Serangan AS ke Venezuela
- Venezuela Kecam Agresi AS dan Aktifkan Pertahanan Nasional
- Gempa Vulkanik Guncang Filipina, Gunung Taal Catat 25 Getaran
- Gempa 6,5 M Guncang Mexico City, Satu Tewas, Belasan Warga Terluka
Advertisement
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- Minimarket di Kulonprogo Resmi Larang Kantong Plastik
- Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
- Ini Jadwal KRL Jogja-Solo Palur-Tugu, Sabtu 3 Januari 2026
- Alex Rins Ungkap Alasan Yamaha Tinggalkan Mesin Inline-Four
- Ledakan Pipa Gas di Inhil, Jalur Riau-Jambi Ditutup Sementara
- Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Hari Ini, Sabtu 3 Januari 2026
- Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 3 Januari 2026, Hujan Ringan
Advertisement
Advertisement




