Giring Nidji Nyapres, Pakar Politik UGM Sebut PSI Tengah Bikin Pencitraan

Giring Ganesha. - Ist/Instagram
25 Agustus 2020 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Majunya Giring Ganesha eks vokalis band Nidji sebagai bakal calon presiden dalam perhelatan pemilihan presiden yang bakal dilaksanakan pada 2024 mendatang disebut oleh pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Mas'udi sebagai langkah politik dari PSI untuk membangun pencitraan kepada masyarakat.

"Kalau saya lihat yang pertama ini bukan gimmick-gimmick amat sih. Kemudian, momentumnya yang bersangkutan itu kan baru diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSI menggantikan posisi Grace Natalie. Sebuah partai yang selama ini membangun image sebagai partainya anak muda," ujar Wawan Mas'udi saya dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, langkah Giring merupakan strategi cepat dari PSI untuk membangun pencitraan kepada masyarakat. Bahwasanya, PSI merupakan partainya anak muda dan merupakan partai alternatif. Dalam politik, lanjut Wawan, tidak semua hal bisa dilihat dalam konteks yang serius.

"Jadi, kalau saya tidak melihat dari sisi personifikasi Giring tapi lebih kepada image partai seperti apa yang ingin dibangun oleh PSI. Nah, kelihatannya PSI mencoba untuk menjaga momentum meskipun pada pemilu kemarin suaranya tidak lolos Parlementary Threshold tapi kan cukup mendapatkan dukungan di basis perkotaan dan anak muda, sebagai partai baru lumayan lah sudah dikenal oleh masyarakat," ungkap Wawan.

Majunya Giring sebagai bakal calon presiden juga dilihat oleh Wawan sebagai langkah dari partai untuk menjaga momentum 2019 dengan mengusung Plt Ketua Umum PSI tersebut maju sebagai bakal calon presiden dalam pilpres 2024. Selanjutnya, majunya Giring sebagai langkah partai untuk merepresentasikan anak muda dan kelas kelas ekonomi kreatif.

"Jadi, itu by purpose, bukan hanya sebatas lucu-lucuan sih menurut hemat saya," imbuh wakil dekan fisipol UGM ini.

Dalam politik, dimana masa masa jauh dalam upaya untuk menggaet elektoral, kontroversi memang menjadi target dari politisi dalam mendapatkan perhatian publik.

"Semakin kontroversial artinya kan semakin dibicarakan dan tentunya semakin dikenal, semakin dikenal kan semakin populer, nah setelah populer nanti akan semakin electable, urut-urutannya kira-kira seperti itu," sambung Wawan.

Bukan berarti majunya Giring sebagai bakal calon presiden sekedar upaya tidak serius apalagi hanya gimmick. Pasalnya, Giring sendiri merupakan ketua umum sebuah partai walaupun hanya Plt.

"Karena ketua partai maka dia ingin membuat image partai seperti apa yang hendak ia peroleh dan momentum PSI sebagai partai alternatif," tukasnya.

Masyarakat memang sedang menunggu strategi dari partai untuk menggaet suara dari anak muda yang beberapa tahun kebelakang memang sedikit apatis terhadap dunia politik dalam negeri.

"Semua partai saya pikir perlu bekerja keras untuk menampilkan image tersebut, bukan hanya PSI tapi partai partai yang lain, dengan cara PSI ini hasilnya bisa membawa anak muda engage terhadap politik, saya kira partai lain akan segera mengikuti untuk menampilkan tokoh-tokoh muda dan alternatif," terang Wawan.