Advertisement
Belasan Desa di Jateng-DIY Jadi Sasaran Reaktivasi Wisata oleh BOB
Direktur Utama BOB, Indah Juanita, saat mencanangkan Gerakan BISA di Balkondes Bumiharjo, Borobudur, Selasa (25/8/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG-- Badan Otorita Borobudur (BOB) mengkampanyekan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) di puluhan desa di Jawa Tengah dan DIY guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi Covid-19.
Direktur Utama BOB Indah Juanita menyebutkan di Jawa Tengah, ada lima desa wisata di Kabupaten Magelang dan dua desa wisata di Kabupaten Purworejo sebagai sasaran kegiatan ini. Adapun di DIY, ada setidaknya 10 desa wisata yang akan menjadi sasaran.
Advertisement
Baca juga: Peneliti di AS Temukan Antibodi untuk Lindungi Manusia dari Covid-19
"Wilayah kami ada di DIY dan Jawa Tengah yang harus disinkronisasikan untuk kegiatan pariwisata, supaya kegiatan pariwisata bisa sinkron," jelasnya dalam pencanangan Gerakan BISA di Balkondes Bumiharjo, Borobudur, Selasa (25/8/2020).
Gerakan ini dilakukan dalam menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), sehingga bisa mengembalikan kepercayaan wisatawan bahwa destinasi wisata kembali aman dikunjungi, setelah ditutup karena Covid -19 dan segera dibuka kembali.
Ia menjelaskan Gerakan BISA merupakan salah satu program dari BOB dan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata untuk mendukung wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca juga: Serapan Danais Dinas Kebudayaan di Bantul Capai 98%
Indah menyebutkan adanya pandemi ini menyebabkan beberapa destinasi wisata lumpuh. “Bagaimana caranya kita mengaktivasi destinasi-destinasi tersebut, dengan cara bisa melakukan pendukungan berupa peralatan. Yang mana kita latihkan kepada pelaku pariwisata di destinasi-destinasi yang dipilih,” terangnya.
Pada kegiatan ini, BOB memberikan bantuan berupa peralatan kebersihan beserta kelengkapannya dan fasilitas posko kesehatan antara lain tenda sarnavil, thermo gun dan lainnya.
Adapun selain Gerakan BISA ini, pihaknya juga melakukan beberapa langkah lain seperti pelatihan pada pelaku pariwisata, seperti kapasitas, jalur keluar masuknya, serta bagaimana mereka mengoperasikan kawasannya dengan sebaik-baiknya.
Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Kabupaten Magelang, Nur Supindahwati menyebutkan lima desa yang menjadi sasaran Gerakan BISA ini adalah Desa Bumiharjo, Tegalarum, Kenalan dan Kembanglimus di Kecamatan Borobudur serta Desa Banyuroto Kecamatan Sawangan.
"Magelang menjadi menarik karena adanya Candi Borobudur, karenanya kami ingin mengaktivasi daya tarik wisata di luar Borobudur untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di wilayah ini," jelasnya.
Selama ini, wisatawan yang berkunjung ke Boorbudur banyak yang langsung balik lagi ke Jogja maupun Semarang. Karenanya, reaktivasi wisata di luar Candi Borobudur menjadi prioritas agar wisatawan lebih lama tinggal di Magelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bola 8-9 Februari: Timnas U-17 dan Big Match Eropa
- Menabung di Bank Jateng, Nasabah Turut Dorong Pembangunan Solo
- Gol Rizky Pratama Antar PSM Ungguli PSBS Biak di Babak Pertama
- Atap Pengganti Tiba, Perbaikan Pasar Induk Godean Sleman Segera
- Ducati GP26 Menggila di Sepang, Jorge Lorenzo Kirim Alarm Bahaya
- Jakarta Livin Mandiri Kian Mantap Usai Menang di Seri Malang
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Advertisement




