Advertisement
85% Santri Ponpes Tegalrejo Sudah Masuk, Santri Berpenyakit Bawaan Belum Diizinkan
Pengasuh API Pondok Pesantren Tegalrejo KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) di Magelang. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG- Pandemi Covid-19 masih berlangsung namun aktivitas belajar di pondok pesantren berangsung normal disertai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, belum mengizinkan santrinya yang mempunyai penyakit bawaan seperti TBC dan Diabetes masuk pesantren guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.
Advertisement
Pengasuh API Pondok Pesantren Tegalrejo KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) di Magelang, Sabtu (23/8/2020), mengatakan dari total sekitar 11.000-an santri, saat ini yang sudah masuk sekitar 85 persennya.
Baca juga: Kebutuhan Bawang Putih Indonesia 500.000 Ton, Produksinya Nasional Hanya 88.000 Ton
"Sekitar 85 persen santri sudah datang, yang 15 persen itu anak-anak yang mempunyai penyakit bawaan seperti TBC, diabetes itu kita tolak jangan datang dulu karena situasi pandemi ini. Mohon disembuhkan dulu," katanya .saat menghadiri Festival Lima Gunung ke-19 di Studio Mendut, Kabupaten Magelang.
Ia menyampaikan santri dari luar Jawa juga sudah datang, yang sehat-sehat sudah datang semua.
Para santri API Pondok Pesantren Tegalrejo sudah kembali ke pondok pesantren sejak 20 Juni 2020 dengan dilakukan secara bertahap dan menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: YLBHI Desak Penghentian Perampasan Tanah Adat Basipae di NTT
"Kita juga membentuk satgas pesantren untuk penanganan COVID itu dan Ponpes Tegalrejo di-back up oleh RSU Syubbanul Wathon. Jadi kita tiap minggu secara acak adakan tes cepat dan secara sederhana kita lakukan cek indera penciuman. Anak diminta menciup bau seperti kopi dan bunga, ketika rasa penciumannya hilang, anak tersebut kita isolasi di ruang isolasi," katanya.
Ia menjelaskan di ruang isolasi anak tersebut diberi suplemen, vitamin, dan jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kalau 3-4 hari sudah pulih maka dimasukkan lagi ke pesantren, sebaliknya kalau mungkin semakin serius dibawa ke rumah sakit.
"Jadi setiap hari ada yang mengontrol, ketika anak panasnya melebihi ketentuan langsung kita isolasi, ketika ada gejala langsung kita isolasi," katanya.
Menurut dia, hampir setiap hari ada anak yang diisolasi, anak-anak yang flu, batuk langsung diisolasi.
Ia menyampaikan waktu mereka datang di ponpes sudah menjalani tes cepat dan harus membawa surat keterangan sehat, kalau tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter tidak bisa masuk.
"Sehingga di pesantren logikanya anak-anak itu sehat semua dan usia anak-anak itu usia muda tidak rentan dan pembelajaran di pesantren harus tatap muka. Kita upayakan untuk jaga jarak, ruang kelas yang biasanya isi 70 anak jadi 40 anak, kita bagi bergantian, memang kalau tidur yang agak sulit untuk jaga jarak," katanya.
Ia menuturkan kalau belajar masih bisa jaga jarak, jamnya diperpendek, karena ruangnya bergantian dan yang paling penting anak-anak ditekankan untuk menjaga imunitas dengan memberikan suplemen, vitamin, disiapkan susu dan juga minuman jahe maupun kencur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
Advertisement
BNNP DIY Gandeng Nelayan Gunungkidul Cegah Peredaran Narkoba
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KPPU Selidiki Dugaan Monopoli TikTok Shop, Ini Duduk Perkaranya
- Kecelakaan KA Bekasi Timur, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Gelombang Protes Internal, Karyawan Google Tolak AI untuk Militer AS
- Evakuasi KRL Bekasi Timur Masih Berlangsung, KAI Batasi Perjalanan
- Jadwal KRL Jogja-Solo 29 April 2026, Berangkat dari Tugu 05.05 WIB
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
Advertisement
Advertisement








