Pesan Megawati pada HUT ke-75 RI, Perempuan Tak Sekadar Konco Wingking

Megawati Soekarnoputri. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
18 Agustus 2020 04:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengikuti wawancara khusus 75 Tahun Indonesia Merdeka yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam wawancara tersebut, ia menyoroti kurangnya perempuan Indonesia yang berkiprah dalam dunia politik. "Sebenarnya kalau saya melihat para wanita Indonesia ini masih sangat kurang di dalam kiprahnya dibilang politik, saya menekankan hal itu," ujar Megawati, dikutip Senin (17/8/2020).

Ketua Umum PDI Perjuangan itu menilai, sudah banyak organisasi wanita di Indonesia. Namun masih sangat kurang wanita-wanita yang berani terjun ke dunia politik.

Baca juga: Pemimpin Korut Kim Jong-un Ucapkan Selamat HUT Kemerdekaan ke-75 RI

"Hukum formal di Indonesia itu sudah dapat membuat wanita Indonesia berkiprah sama dengan kaum laki-laki," kata dia.

Ketua Dewan Pengarah BPIP itu menegaskan, Undang-Undang Dasar 1945 juga menyatakan semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum.

Karena itu tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki di mata hukum.

Baca juga: Bisa Pesan secara Online, Begini Cara Tukar Uang Baru Rp75.000

Megawati sepakat bahwa sosok bapak adalah kepala keluarga dan penanggungjawab.

Namun di tengah pandemi covid-19, kata Megawati, secara informal justru ibu menjadi pemegang kendali ekonomi keluarga.

Karenanya, dia mengkritik paham inferioritas perempuan seperti tercermin pada peribahasa Jawa semisal konco wingking, artinya pelengkap rumah tangga seorang suami.

Atau peribahasa yang menyebut surgo nunut, neroko katut, artinya "suami masuk surga istri ikut, suami masuk neraka, istri ikut terbawa."

"Sudah bukan zamannya lagi, kaum perempuan itu berbunyi seperti apa yang tadi saya katakan peribahasa peribahasa Jawa itu," kata Megawati.

Sebab, realitasnya, banyak perempuan bekerja untuk membesarkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

"Kenyataannya, banyak sekali ibu bekerja untuk membesarkan anak-anaknya."

Sumber : Suara.com