Positivity Rate Covid-19 Indonesia Naik Terus

Ilustrasi sample darah yang terindikasi positif virus corona - Antara/Shutterstock
15 Agustus 2020 21:17 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat tingkat kasus positif atau positivity rate virus Corona di Indonesia kembali naik.

Hari ini, positivity rate Covid-19 di Indonesia mencapai 13,1 persen. Realisasi itu meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Pada Jumat (14/8/2020) tercatat positivity rate Covid-19 tercatat sebesar 13 persen, naik dari hari sebelumnya 12,9 persen.

Padahal berdasarkan standar dari organisasi kesehatan dunia (WHO) batas aman atau normal positivity rate adalah 5 persen. Positivity rate sendiri adalah rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes Corona dengan total jumlah tes.

Per 5 Agustus 2020 juga tercatat bahwa ada 5 provinsi yang menyumbang kasus terbesar, DKI Jakarta mendapat tambahan 583 kasus, Jawa Timur 436 kasus, Jawa Barat 237 kasus, Sumatera Utara 195 kasus, dan Jawa Tengah 131 kasus.

Secara nasional, tambahan kasus baru di Indonesia hari ini sebanyak 2.345 kasus dengan 1.703 kasus sembuh dan 50 meninggal. Sehingga, secara kumulatif jumlah kasus konfirmasi mencapai 137.468 orang, dengan 91.321 sembuh, dan 6.071 meninggal.

Sementara itu, total spesimen yang diuji hari ini sebanyak 27.296, sehingga total sebanyak 1.862.801 spesimen yang sudah diuji.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa tingkat positivity rate bisa diturunkan apabila bisa melakukan penanganan lebih baik dan lebih cepat terutama untuk komorbid dan usia lanjut. Harapannya agar bisa menekan angka kematian lebih rendah.

“Ini jadi perhatian masyarakat, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar jangan terlambat menangani kasus Covid-19,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Adapun, angka kematian di Indonesia per 15 Agustus mencapai 4,4 persen, dan masih di atas angka kematian global sebanyak 3,59 persen.

“Dengan disiplin masyarakat dalam melindungi kelompok rentan, angka kematian nasional sejak Maret sampai Juli cenderung menurun. Kita harus menurunkan angka kematian sehingga bisa lebih rendah dari angka kematian global,” ujar Wiku.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia